20 Tentara Israel Tewas Sepanjang Juni, Jadi Bulan Paling Mematikan Sejak Awal 2025

20 Tentara Israel Tewas Sepanjang Juni, Jadi Bulan Paling Mematikan Sejak Awal 2025

20 Tentara Israel Tewas Sepanjang Juni, Jadi Bulan Paling Mematikan Sejak Awal 2025. (Poto: ist/dok aljazeera.net)

LINTASSRIWIJAYA.COM — Sedikitnya 20 tentara Israel dilaporkan tewas dalam pertempuran di Jalur Gaza sepanjang Juni 2025.

Angka ini menjadikan Juni sebagai bulan paling mematikan bagi militer Israel sejak awal tahun. Informasi ini dilansir oleh media Israel pada Ahad (29/6).

Baca Juga: 97 Warga Palestina Tewas dalam Serangan Udara Israel di Gaza, Sekolah Pengungsi Jadi Target

Baca Juga: Netanyahu Gelar Pertemuan Keamanan di Tengah Desakan Trump untuk Akhiri Perang Gaza

Harian berbahasa Ibrani, Yedioth Ahronoth, mencatat bahwa meskipun fokus utama militer Israel telah bergeser ke konflik dengan Iran, pertempuran di Gaza tetap menimbulkan korban jiwa yang signifikan.

Jumlah korban tewas pada bulan Juni ini bahkan melampaui total korban dalam bulan-bulan sebelumnya sejak Januari 2025.

Pada 13 Juni lalu, Israel bersama Amerika Serikat melancarkan serangan selama 12 hari terhadap Iran. Serangan itu menyasar pangkalan militer, fasilitas nuklir, hingga infrastruktur sipil.

Beberapa komandan militer senior dan ilmuwan nuklir Iran dilaporkan tewas, sementara ratusan orang lainnya menjadi korban luka maupun meninggal.

Sebagai respons, Iran meluncurkan rudal balistik dan drone ke berbagai target militer dan intelijen Israel.

Baca Juga: Di Gaza, Mencari Tepung adalah Perjuangan Antara Hidup dan Mati

Baca Juga: Perlawanan Palestina Guncang Militer Israel, Analis: Medan Tempur Gaza Kian Terbuka

Serangan balasan tersebut berhasil menembus sistem pertahanan udara Israel, menyebabkan kerusakan luas, kepanikan, serta menewaskan puluhan orang dan melukai ribuan lainnya.

Masih menurut laporan Yedioth Ahronoth, sebanyak 15 dari 20 tentara Israel tewas dalam pertempuran sengit yang terjadi di Khan Younis, Gaza selatan, pada 24 Juni.

Sementara itu, korban terbaru berasal dari Batalion Teknik Tempur ke-601, yang dilaporkan gugur dalam baku tembak di wilayah Gaza utara pada Ahad.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *