74 Warga Palestina Tewas, Israel Serang Pusat Medis di Gaza

74 Warga Palestina Tewas, Israel Serang Pusat Medis di Gaza

74 Warga Palestina Tewas, Israel Serang Pusat Medis di Gaza. (Poto: ist/dok aljazeera.net)

LINTASSRIWIJAYA.COM – Serangan udara Israel kembali mengguncang Jalur Gaza dan menewaskan sedikitnya 74 warga Palestina, termasuk 15 anak-anak dan perempuan, sejak Kamis (10/7/2025) dini hari.

Salah satu serangan paling mematikan terjadi di Deir al-Balah, wilayah tengah Gaza, tepat di depan pusat medis milik Project HOPE. Menurut laporan koresponden Al Jazeera, saat itu sejumlah perempuan bersama anak-anak mereka tengah mengantre untuk mendapatkan obat-obatan dan suplemen gizi.

Baca Juga: Lima Tentara Cadangan Israel Tolak Bertugas, Tuduh Netanyahu Perpanjang Perang Gaza Demi Kekuasaan

Baca Juga: Pedro Sánchez Tuduh Israel Lakukan Genosida di Gaza, Bandingkan Netanyahu dengan Putin

Tanpa peringatan, serangan udara Israel menghantam gerbang pusat medis tersebut, menimbulkan kepanikan luar biasa. Rekaman di lokasi menunjukkan ibu-ibu berlarian sambil membawa anak-anak dan berteriak histeris. Beberapa jenazah korban terlihat tergeletak di sekitar fasilitas kesehatan.

Dilaporkan, beberapa korban adalah anak-anak berusia di bawah 10 tahun. Rumah Sakit Syuhada Al-Aqsha juga kewalahan menangani gelombang korban luka, dengan pasien memenuhi lorong-lorong IGD.

Anak-anak Jadi Sasaran

Direktur Rumah Sakit Al-Shifa, Dr. Mohammad Abu Salmiya, menyatakan bahwa anak-anak kini menjadi target utama dalam serangan Israel. Ia menyebut pengeboman terhadap fasilitas medis di Deir al-Balah sebagai bagian dari rangkaian kejahatan perang terhadap anak-anak Gaza.

Kementerian Kesehatan Palestina melaporkan, dalam 24 jam terakhir, 82 orang tewas dan 247 lainnya luka-luka. Sejak 7 Oktober 2023, total korban mencapai 57.762 jiwa tewas dan 137.656 luka-luka.

Warga Tewas Saat Mengantre Bantuan

Tragedi juga terjadi di berbagai titik distribusi bantuan kemanusiaan. Dalam 24 jam terakhir, 9 warga sipil tewas dan 78 lainnya luka-luka saat mengantre bantuan pangan. Sejak akhir Mei, total korban di lokasi distribusi mencapai 782 tewas dan 5.179 luka-luka — mayoritas adalah warga sipil.

Laporan ini konsisten dengan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang menyebut lebih dari 780 warga Palestina tewas dan 5.100 terluka di titik-titik distribusi bantuan non-PBB.

WHO menyerukan pembukaan akses bantuan kemanusiaan, termasuk makanan, bahan bakar, dan pasokan penting lainnya melalui semua jalur yang memungkinkan.

Baca Juga: Populasi Gaza Turun 10 Persen, Anak Muda Jadi Korban Terbanyak: Dunia Diam, Gaza Hancur Perlahan

Baca Juga: Bantuan Berdarah, 80% Korban di Gaza Adalah Anak Muda, Bukan Sembako yang Datang, Tapi Maut

Proyek Bantuan ala Israel-AS Dikecam

Sejak 27 Mei 2025, Israel bersama Amerika Serikat menjalankan proyek distribusi bantuan versi mereka sendiri di luar koordinasi lembaga internasional. Program ini dikritik PBB dan organisasi kemanusiaan karena dianggap sebagai jebakan mematikan, alat militerisasi bantuan, dan sarana untuk memaksa eksodus warga Gaza secara sistematis.

UNRWA Kecam Rencana Pengungsian Massal

PBB melalui UNRWA mengecam rencana Israel untuk memindahkan ratusan ribu warga Gaza ke Kota Rafah, yang telah luluh lantak akibat serangan sebelumnya. Israel berencana membangun yang disebut sebagai “kota kemanusiaan” di atas puing-puing kota tersebut.

Direktur Media UNRWA, Tamara Al-Rifai, menyebut rencana itu sebagai penghinaan terhadap nilai-nilai kemanusiaan. Ia memperingatkan bahwa menjejalkan 600.000 warga di satu lokasi, lalu diikuti seluruh populasi Gaza, akan menjadikan wilayah itu sebagai penjara terbuka paling padat dan paling diawasi di dunia.

Baca Juga: Anak-Anak Tertidur dalam Reruntuhan: 47 Nyawa Warga Gaza Direnggut Tanpa Ampun

Baca Juga: Krisis Bahan Bakar Ancam Lumpuhkan RS Al-Shifa di Gaza: “Bukan Bom, Tapi Blokade yang Membunuh”

Krisis Kemanusiaan Kian Parah

Sejak Oktober 2023, militer Israel terus menggempur Gaza dalam kampanye militer besar-besaran yang secara luas dikecam sebagai aksi genosida terhadap penduduk sipil.

Hingga kini, lebih dari 195.000 warga Palestina tewas atau terluka, dan hampir seluruh penduduk Gaza terpaksa mengungsi dari rumah mereka. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *