LINTASSRIWIJAYA.COM – Sedikitnya 97 warga Palestina dilaporkan tewas dan puluhan lainnya luka-luka akibat serangkaian serangan udara dan artileri yang dilancarkan militer Israel di Jalur Gaza, Senin (30/6/2025).
Serangan menyasar sejumlah kawasan padat penduduk, termasuk lokasi pengungsian warga sipil.
Baca Juga: Netanyahu Gelar Pertemuan Keamanan di Tengah Desakan Trump untuk Akhiri Perang Gaza
Baca Juga: Di Gaza, Mencari Tepung adalah Perjuangan Antara Hidup dan Mati
Menurut kesaksian warga dan laporan medis, serangan intensif terjadi di bagian selatan dan timur Kota Gaza, khususnya di wilayah Zeitoun, Shejaiya, dan al-Tuffah.
Empat sekolah yang digunakan sebagai tempat penampungan pengungsi juga turut menjadi target, masing-masing tiga di Zeitoun dan satu di al-Tuffah. Evakuasi sebelumnya telah diperintahkan oleh militer Israel, namun banyak warga belum sempat meninggalkan lokasi.
Serangan paling mematikan tercatat di kawasan pantai Gaza City. Sedikitnya 34 orang—termasuk perempuan dan anak-anak—tewas setelah jet tempur Israel menembakkan rudal ke sebuah kafe dan area istirahat warga. Puluhan korban luka dilarikan ke rumah sakit setempat.
Di kamp pengungsi Al-Shati, lima jenazah ditemukan usai serangan drone yang menyasar sekelompok warga sipil. Sementara itu, satu orang tewas dan 23 lainnya luka-luka akibat serangan di Jalan Salah al-Din, selatan Wadi Gaza, saat warga tengah mengantre bantuan kemanusiaan.
Baca Juga: Perlawanan Palestina Guncang Militer Israel, Analis: Medan Tempur Gaza Kian Terbuka
Baca Juga: Survei Independen: Sekitar 84.000 Warga Tewas dalam Agresi Israel di Gaza
Serangan juga menghantam tenda-tenda pengungsi di al-Mawasi, wilayah barat Khan Younis, menewaskan satu orang dan melukai beberapa lainnya.
Tak jauh dari sana, di kawasan Sabra, Kota Gaza, sepuluh jenazah dan sejumlah korban luka ditemukan di dalam sebuah gudang milik organisasi kemanusiaan yang biasa digunakan untuk mendistribusikan bantuan. Fasilitas tersebut mengalami kerusakan parah akibat serangan udara.
Di kawasan Zeitoun, sebuah helikopter menembakkan bom ke Jalan Al-Sikka, menewaskan seorang perempuan dan melukai beberapa warga lainnya. Di dekat pompa bensin di wilayah tersebut, satu warga tewas dan satu lainnya terluka akibat serangan drone.
Serangan juga terjadi di Jabalia, Gaza utara, menewaskan empat warga sipil dan melukai sejumlah lainnya. Tiga korban lainnya, termasuk seorang perempuan, dilaporkan tewas dalam serangan drone di Katiba, Khan Younis.
Di bagian barat daya Khan Younis, serangan terhadap kerumunan warga yang tengah mencari bantuan menewaskan 13 orang dan melukai 50 lainnya. Serangan di Rafah menewaskan satu orang, dan satu warga lainnya tewas dalam serangan terhadap sebuah rumah di dekat Kompleks Medis Al-Sahaba, pusat Kota Gaza.
Tiga orang dilaporkan tewas akibat serangan drone di al-Tuffah, Gaza timur laut. Di Jalan Al-Wahda, sepuluh orang meninggal dan puluhan lainnya luka-luka setelah drone menargetkan kerumunan warga. Di lokasi yang sama, empat orang tewas saat sebuah kereta keledai dihantam serangan udara.
Dua orang tewas dalam serangan terhadap sebuah rumah di Shejaiya, sementara tiga lainnya tewas dalam serangan terpisah di sekitar persimpangan Halawa, Jabalia.
Baca Juga: Serangan Israel Gempur Gaza: 68 Tewas, Termasuk Korban Saat Antre Bantuan
Baca Juga: Perlawanan Palestina Hambat Agresi Militer Israel di Gaza Selatan
Meski desakan internasional terus berdatangan agar serangan dihentikan, hingga kini militer Israel dilaporkan telah menewaskan lebih dari 56.500 warga Palestina sejak serangan besar-besaran dimulai pada Oktober 2023.
Pada November 2024, Mahkamah Pidana Internasional (ICC) telah mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant, atas tuduhan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.
Selain itu, Israel juga tengah menghadapi gugatan genosida di Mahkamah Internasional (ICJ) terkait agresi militernya di wilayah tersebut. ***

