LINTASSRIWIJAYA.COM – Juru bicara Brigade Izzuddin Al-Qassam, Abu Ubaidah, mengeluarkan peringatan keras kepada Israel di tengah terus berlangsungnya agresi militer di Jalur Gaza.
Ia menyatakan bahwa selama serangan brutal terhadap rakyat Palestina belum dihentikan, korban jiwa dari pihak militer Israel akan terus berjatuhan.
Baca Juga: Gaza Berkabung, Nidal dan Kinda Dua Bayi Gaza yang Wafat Karena Kelaparan
Baca Juga: Operasi Militer di Gaza Dinilai Gagal, Seruan Damai Menguat dari Dalam Pemerintahan Israel
Dalam pernyataan yang disampaikan melalui media sosial, Abu Ubaidah menuduh pemerintah Israel menyesatkan rakyatnya sendiri dan menolak mengakui kenyataan pahit di medan tempur Gaza.
“Israel mengorbankan tentaranya demi tujuan politik yang semu,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa para pejuang Al-Qassam telah menunjukkan keberanian luar biasa dalam berbagai operasi perlawanan. Aksi-aksi itu, kata dia, akan tercatat dalam sejarah sebagai bukti bahwa para mujahid Al-Qassam adalah “pejuang kebebasan paling berani dan rela berkorban di era modern.”
Dalam pernyataan yang sama, Abu Ubaidah juga menyampaikan ancaman terbuka.
“Selama agresi dan perang kriminal terhadap rakyat kami berlanjut, pemandangan jenazah dan pemakaman tentara Israel akan menjadi rutinitas yang berulang,” tegasnya.
Serangan Hamas Tewaskan Tujuh Tentara Israel
Beberapa jam sebelum pernyataan itu dirilis, stasiun televisi Al Jazeera menayangkan rekaman serangan Hamas terhadap dua kendaraan militer Israel di Kota Khan Younis, Gaza bagian selatan.
Baca Juga: Serangan Udara Israel Tewaskan Belasan Warga Gaza, Termasuk Pengungsi dan Pencari Bantuan
Baca Juga: Serangan Udara Israel Kembali Tewaskan Puluhan Warga Sipil di Gaza, Termasuk Anak-Anak dan Perempuan
Serangan yang terjadi pada Selasa kemarin itu menewaskan sedikitnya tujuh tentara Israel, termasuk seorang perwira, dan melukai beberapa lainnya. Aksi tersebut berlangsung di kawasan Ma’an, wilayah yang kini dikuasai militer Israel.
Insiden ini mengejutkan publik Israel. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyebut hari itu sebagai “hari yang berat,” sementara Presiden Isaac Herzog menggambarkannya sebagai “hari yang menyakitkan.”
Gagal Padamkan Api, Evakuasi Berujung Tragis
Setelah ledakan yang membakar kendaraan militer, pasukan Israel mengerahkan tim pemadam ke lokasi. Namun upaya tersebut gagal. Api terus menyala hingga akhirnya sebuah buldoser lapis baja jenis D9 dikerahkan untuk menimbun kendaraan dengan pasir—langkah yang juga tidak membuahkan hasil.
Baca Juga: Hamas: Distribusi Bantuan oleh Israel-AS Tewaskan 454 Warga Gaza, Sebut Sebagai Jebakan Maut
Militer akhirnya menarik kendaraan terbakar tersebut ke Jalan Salahuddin, Khan Younis, dan kemudian membawanya keluar dari wilayah Gaza.
Ironisnya, ketujuh tentara yang menjadi korban tetap berada di dalam kendaraan saat proses evakuasi dilakukan. ***
