GAZA, LINTASSRIWIJAYA.COM — Aktivis sekaligus kreator konten asal Mesir, Anas Habib, kembali melakukan aksi mengunci gerbang luar Kedutaan Besar Mesir di Den Haag, Belanda, pada Kamis (14/8/2025). Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes atas penutupan perlintasan Rafah oleh pemerintah Kairo.
Penutupan perbatasan tersebut dinilai telah menghambat pengiriman bantuan kemanusiaan yang sangat dibutuhkan warga Palestina di Jalur Gaza yang masih dalam kondisi pengepungan.
Baca Juga: Brigade Al-Qassam dan Saraya Al-Quds Gempur Pasukan Israel di Zeitoun, Gaza
Baca Juga: Indonesia Kirim 7 Kapal Kemanusiaan Gabung Global Sumud Flotilla Tembus Blokade Gaza
Dalam unggahan di akun Facebook-nya, Habib meluapkan kekesalan terhadap Menteri Luar Negeri Mesir, Badr Abdel Aati. Ia menyertakan video aksi penguncian gerbang dan menuliskan, “Ada pepatah Inggris yang berbunyi, ‘Jangan buat ancaman yang tak bisa kamu tepati.’ Ini ditujukan kepada menteri luar negeri dari apa yang saya anggap sebagai organisasi teroris.”
Kemarahan Menteri Luar Negeri Mesir
Pernyataan Habib ini muncul tak lama setelah beredarnya video yang menampilkan percakapan antara Menlu Badr Abdel Aati dengan Duta Besar Mesir untuk Belanda, Imad Hanna.
Dalam rekaman yang bocor ke publik, Abdel Aati terlihat geram atas insiden di kedutaan. Ia menilai sang duta besar gagal melindungi institusi negara, serta memperingatkan bahwa kejadian semacam itu bisa menginspirasi aksi serupa di negara lain.
Abdel Aati menegaskan, seluruh lembaga negara Mesir kecewa terhadap insiden tersebut. Ia menambahkan, siapa pun yang mencoba mengganggu keamanan kedutaan harus ditindak tegas.
Sebagai tanggapan, Dubes Hanna menyebut insiden di Belanda itu merupakan yang pertama kali terjadi. Ia juga memastikan bahwa kedutaan Mesir di negara lain kini telah mengambil langkah pencegahan.
Aksi Anas Habib
Dalam video unggahannya, terlihat Habib bersama sejumlah aktivis merancang aksi tersebut. Ia mengalihkan perhatian petugas keamanan, sementara rekannya mengunci gerbang kedutaan dengan gembok baru. Aksi itu pun berhasil dilakukan.
Baca Juga: Presiden Prabowo Siapkan Pulau Galang untuk Pengobatan 2.000 Warga Gaza
Habib menegaskan dirinya akan terus melakukan perlawanan simbolik terhadap kebijakan pemerintah Mesir. “Saya akan kembali. Dan saya berbicara atas nama orang-orang bebas yang menyaksikan kehinaan kalian, serta melihat betapa lemahnya kalian,” tegasnya.
Aksi ini menambah tekanan terhadap pemerintah Mesir. Sejak penutupan perlintasan Rafah pada awal 2024, Kairo terus menuai kritik karena dianggap menghalangi masuknya bantuan ke Gaza di tengah krisis kemanusiaan yang semakin parah. ***

