Anak-anak Gaza Mati Kelaparan dan Bom, Dunia Masih Diam

Anak-anak Gaza Mati Kelaparan dan Bom, Dunia Masih Diam

Anak-anak Gaza Mati Kelaparan dan Bom: Dunia Masih Diam. (Poto: ist/dok aljazeera.net)

GAZA, LINTASSRIWIJAYA.COM — Derita di Jalur Gaza belum menemukan titik akhir. Di tengah puing-puing bangunan dan suara dentuman bom yang nyaris tak pernah berhenti, rata-rata 27 anak meninggal dunia setiap hari—sejak perang brutal ini meletus pada Oktober 2023.

Angka yang mencabik hati ini disampaikan oleh Kadzem Abu Khalaf, juru bicara Dana Anak-anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF) untuk Palestina.

Baca Juga: Gaza di Ambang Kehancuran: Tangisan Ibu dan Ratapan Anak Jadi Saksi Malnutrisi Terburuk dalam Sejarah

Baca Juga: Khamenei Kecam Israel: Genosida Murahan Terjadi di Gaza

Dalam keterangannya kepada Al Jazeera, Jumat (11/7), ia menyebut bahwa eskalasi kekerasan di Gaza sudah melampaui batas nalar dan kemanusiaan.

“Tidak ada penjelasan yang masuk akal atas pembunuhan massal yang terus berlangsung di Gaza,” ungkap Abu Khalaf dengan nada getir.

Bukan hanya nyawa yang hilang, tubuh-tubuh mungil anak-anak Gaza kini juga dihantui kelaparan yang menggigit. Dalam satu bulan saja, lebih dari 5.000 anak mengalami malnutrisi akut. Angka ini hanyalah puncak dari krisis yang jauh lebih dalam.

Data memilukan lainnya dirilis oleh Kantor Media Pemerintah Gaza, bekerja sama dengan UNICEF dan OCHA. Sejak awal agresi Israel, lebih dari 18.000 anak telah kehilangan nyawa—meninggal dalam diam, di bawah reruntuhan rumah, atau dalam pelukan ibu yang tak berdaya.

Baca Juga: 74 Warga Palestina Tewas, Israel Serang Pusat Medis di Gaza

Baca Juga: Lima Tentara Cadangan Israel Tolak Bertugas, Tuduh Netanyahu Perpanjang Perang Gaza Demi Kekuasaan

“Kami mencatat sedikitnya 66 anak meninggal akibat kekurangan gizi hanya pada Juni lalu,” sebut laporan resmi mereka.

Blokade ketat militer Israel memperparah segalanya. Susu formula, makanan pokok, dan obat-obatan tak bisa masuk. Bayi-bayi Gaza menangis kelaparan, dan tak ada yang bisa menjawab tangisan itu.

Kondisi ini memicu keprihatinan dunia. Namun, di balik rapat-rapat diplomatik dan kecaman politik, anak-anak Gaza terus menjadi korban paling sunyi dari konflik yang tak kunjung usai.

Mereka tidak punya tempat berlindung. Tidak punya pilihan. Dan satu demi satu, mereka perlahan hilang dari dunia ini. ***

Baca Juga: Pedro Sánchez Tuduh Israel Lakukan Genosida di Gaza, Bandingkan Netanyahu dengan Putin

Baca Juga: Populasi Gaza Turun 10 Persen, Anak Muda Jadi Korban Terbanyak: Dunia Diam, Gaza Hancur Perlahan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *