GAZA, LINTASSRIWIJAYA.COM — Jalur Gaza kembali berselimut duka. Sedikitnya 47 nyawa warga sipil Palestina melayang akibat serangan udara brutal yang dilancarkan oleh Israel sejak Rabu dini hari (10/7/2025).
Angka itu disampaikan oleh sumber medis dan dikutip oleh Al Jazeera.
Baca Juga: Krisis Bahan Bakar Ancam Lumpuhkan RS Al-Shifa di Gaza: “Bukan Bom, Tapi Blokade yang Membunuh”
Baca Juga: Bayi Kembar Gaza Korban Kelaparan: Satu Tewas, Satu Bertahan Hidup
Deir el-Balah, kota kecil di wilayah tengah Gaza, menjadi saksi bisu kehancuran yang paling parah.
Di sana, rumah-rumah rata dengan tanah, tangis kehilangan menggema di lorong-lorong sempit, dan tubuh-tubuh tak bernyawa dibawa dengan tandu darurat—banyak di antaranya anak-anak dan perempuan.
Di wilayah Jabalia al-Balad, Gaza utara, serangan terbaru kembali mengguncang pemukiman padat penduduk itu.
Setidaknya satu orang dilaporkan tewas, dan sejumlah lainnya mengalami luka-luka serius.
Pihak Rumah Sakit Ahli di Gaza City mengonfirmasi bahwa para korban terus berdatangan dalam kondisi yang mengenaskan.
Sementara itu, langit Gaza masih dipenuhi dengungan pesawat tempur, dan suara ledakan belum juga reda.
Di tengah puing-puing, warga yang selamat berjuang mencari anggota keluarga mereka—sebagian hanya menemukan potongan pakaian dan serpihan kenangan.
Baca Juga: Brigade Al-Qassam Klaim Tewaskan Tentara Israel dan Rebut Senjata dalam Serangan di Gaza Selatan
Baca Juga: Israel Gagal Capai Target Darat di Gaza, Beralih ke Serangan Udara Brutal
Situasi di Gaza kian memburuk. Intensitas serangan militer Israel terus meningkat, meninggalkan luka fisik dan psikologis yang dalam pada rakyat Palestina yang sudah lama hidup dalam pengepungan dan penderitaan. ***

