MURATARA, LINTASSRIWIJAYA.COM – Pemerintah Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) terus menunjukkan komitmennya dalam memberantas aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang merusak lingkungan.
Bupati Muratara, Devi Suhartoni, turun langsung memantau lokasi tambang ilegal menggunakan helikopter pada Minggu (13/7/2025).
Baca Juga: 15 Warga Surulangun Dibebaskan Usai Aksi Sweeping Tambang di Muratara
Baca Juga: Viral Dugaan Percobaan Penculikan Anak di Muratara, Polisi Selidiki, Suara Tembakan Gegerkan Warga
Peninjauan dilakukan di dua kecamatan yang kerap menjadi titik rawan PETI, yakni Ulu Rawas dan Karang Jaya.
Dari udara, Devi menyaksikan langsung dampak kerusakan lingkungan yang ditimbulkan. Mulai dari air sungai yang mengeruh hingga lahan terbuka bekas galian tampak jelas dari ketinggian.
“Langkah ini merupakan bentuk komitmen saya dalam melindungi lingkungan dan menindak tegas pelaku usaha ilegal. Kami tidak akan tinggal diam. Ini tanggung jawab terhadap kelestarian alam dan keselamatan masyarakat,” tegas Devi Suhartoni.
Ia menyebut, keterbatasan anggaran pemerintah membuat proses pemantauan berjalan lambat. Karena itu, ia memutuskan untuk meminjam helikopter milik rekannya agar bisa melakukan pengecekan langsung.
“Saya turun sendiri karena desakan masyarakat juga semakin kuat. Helikopter ini milik teman saya, saya pinjam untuk melihat langsung kondisi di dua kecamatan tersebut,” jelasnya.
Baca Juga: Polisi Buru Pelaku Penembakan Sopir Dump Truk di Muratara
Baca Juga: Duel Maut di Depan Kantor PUPR Muratara, Seorang Honorer Tewas Ditusuk Rekan Sendiri
Menanggapi tudingan yang menyebut dirinya terlibat dalam aktivitas tambang ilegal, Devi membantah keras.
“Jangan asal menuduh. Yang menyebarkan kabar bahwa saya punya alat tambang ilegal itu tidak benar dan tidak berdasar,” ujarnya.
Bupati berharap, aksi ini menjadi peringatan tegas bagi para pelaku tambang emas ilegal. Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak tergiur keuntungan sesaat yang justru merusak alam dan melanggar hukum.
“Kami ingin Muratara bersih dari tambang ilegal. Dampaknya sangat merugikan, baik bagi lingkungan maupun generasi mendatang. Mari kita jaga hutan dan sungai demi warisan yang sehat bagi anak cucu kita,” pungkasnya. ***
Baca Juga: Masyarakat Pemilik Lahan Plasma di Muratara Desak DPRD Panggil PT. DMIL dan KUD Pakar Maur
Baca Juga: Warga Enam Desa Penyangga di Muratara Desak DPRD Tindaklanjuti Permohonan Terkait Lahan Plasma
