Cerita Rakyat Lampung yang Wajib Kamu Tahu!. (Poto: ist/ist)
Cerita rakyat Lampung umumnya diwariskan secara turun-temurun melalui lisan. Meskipun pengarangnya tidak diketahui secara pasti, cerita-cerita ini patut dilestarikan sebagai bagian dari warisan budaya.
Berikut dua cerita rakyat dari Lampung yang menarik untuk dibaca dan dapat menambah wawasan:
Baca Juga: Menggali Kelezatan Lumpia, Menjelajah Sejarah dan Variasi Kuliner Asia Tenggara
Baca Juga: Penemuan Megalitik Baru di Mulak Sebingkai, Lahat Kini Miliki 70 Situs Bersejarah
Baca Juga: Tujuh Landmark Bersejarah Palembang Diusulkan Terbit dalam Prangko
1. Putri Mentawai Ratu Semaka
Cerita ini mengisahkan seorang putri cantik bernama Putri Mentawai Ratu Semaka. Ia digambarkan bertubuh langsing, berambut panjang, dan berkulit kuning langsat. Selain cantik, putri dari kalangan bangsawan ini juga memiliki kemampuan bela diri yang luar biasa.
Putri Mentawai hidup dengan tenteram di desanya yang makmur berkat hasil perkebunan yang melimpah. Setiap musim panen, hasil bumi selalu berlimpah ruah. Warga yang memiliki kebun diwajibkan menyisihkan sebagian hasil panennya untuk diserahkan ke Balai Perwatin.
Balai Perwatin berfungsi sebagai tempat penyimpanan hasil bumi yang nantinya akan dibagikan kepada warga kurang mampu. Siapa pun yang membutuhkan bantuan dapat datang dan meminta langsung kepada penjaga balai tersebut.
2. Asal Mula Kotabumi
Cerita ini mengisahkan seorang raja bernama Tutur Jimat, keturunan dari Ratu Darah Putih, yang memerintah di wilayah Lampung Utara. Ketika usianya sudah lanjut, ia menyerahkan tampuk kekuasaan kepada putra sulungnya, Paniakan Dalem.
Paniakan Dalem memimpin dengan adil dan bijaksana, sehingga rakyat hidup dalam kemakmuran dan kedamaian. Ia memiliki seorang putra bernama Muhammad, yang kelak juga akan menjadi pemimpin.
Suatu hari, Paniakan Dalem memikirkan cara untuk mengenang nenek moyang mereka, terutama sosok yang berasal dari Kuto Bumi. Keinginan ini muncul karena keturunan Ratu Darah Putih telah menyebar ke berbagai wilayah.
Muhammad, yang baru saja kembali dari berburu, menyarankan agar kota tersebut dinamai Kuto Bumi, sebagai penghormatan terhadap leluhur mereka. Usulan ini diterima oleh Paniakan Dalem. Seiring waktu, nama Kuto Bumi berubah menjadi Kotabumi, yang kini dikenal sebagai ibu kota Kabupaten Lampung Utara.
Itulah dua cerita rakyat dari Lampung yang tidak hanya menarik untuk dibaca, tetapi juga mengandung nilai-nilai budaya dan sejarah yang penting untuk dipahami. Semoga bermanfaat!. ***

