PAGAR ALAM, LINTASSRWIJAYA.COM – Empat pendaki muda asal Pagar Alam, Sumsel, resmi masuk daftar hitam alias di-blacklist dari aktivitas pendakian Gunung Dempo.
Penyebabnya? Mereka kedapatan turun langsung ke area kawah aktif—padahal status gunung saat itu sedang Level 2 (Waspada). Alhasil, mereka dilarang naik gunung selama setahun penuh!
Baca Juga: Pendaki Hilang di Gunung Salak Ditemukan Tewas di Jurang Sedalam 120 Meter
Baca Juga: Penemuan Seluruh Pendaki Korban Erupsi Gunung Marapi, Total 75 Orang Ditemukan
Empat remaja tersebut adalah AH, EKF, DSR, dan IR, semuanya berumur 18 tahun dan berdomisili di Dusun Muara Tenang, Kecamatan Dempo Selatan, Kota Pagar Alam.
“Empat pendaki ini di-blacklist karena turun ke kawah Gunung Dempo pada Minggu, 13 Juli lalu, sedangkan pada saat itu status level 2 yang artinya waspada. Mereka dilarang dari aktivitas pendakian selama 1 tahun sejak 14 Juli 2025,” ujar Ketua Brigade (Balai Registrasi Gunung Dempo), Angga, Sabtu (19/7/2025).
Angga menegaskan bahwa tindakan mereka bukan sekadar melanggar aturan, tapi juga berpotensi membahayakan diri sendiri dan pendaki lain. Proses blacklist ini juga disebutnya sudah melalui peninjauan lengkap dengan bukti-bukti kuat.
“Kami berharap keputusan ini menjadi pembelajaran bagi semua pihak bahwa pendakian bukan hanya soal menaklukkan alam, tetapi juga tentang menghargainya,”
tambah Angga.
Baca Juga: Jejak Gaib di Gunung Merapi: Pengalaman Mistis Pendaki
Baca Juga: Begini Cerita Misteri Pertemuan Pendaki dengan Makhluk Bunian di Gunung Dempo, Pagar Alam
Yang bikin makin viral, aksi mereka diketahui setelah mereka posting video saat turun ke kawah di medsos dan bahkan menandai (tag) akun resmi Brigade Gunung Dempo. Gak butuh waktu lama, postingan itu langsung jadi bukti pelanggaran.
Menurut Angga, larangan masuk ke area kawah sudah jelas tertulis dalam aturan pendakian dan bahkan terpampang sebelum titik pendakian dimulai.
“Dalam klarifikasinya mereka mengaku salah dan menerima sanksi tersebut. Mereka beralasan karena sebagai masyarakat asli Pagar Alam sehingga ingin turun ke kawah. Padahal, berlama-lama duduk di bibir kawah saja dilarang,” tegas Angga.
Baca Juga: Merinding Cerita Misteri Pertemuan Pendaki dengan Makhluk Bunian di Gunung Dempo, Pagar Alam
Baca Juga: Cerita Misteri Pertemuan Pendaki dengan Makhluk Bunian di Gunung Dempo, Pagar Alam
So, buat kalian para pendaki—baik lokal maupun luar kota—jangan cuma ngejar view aesthetic, tapi juga wajib ngerti dan patuhi aturan. Gunung itu bukan tempat main-main. Respect nature, always. ***
