FoP Apresiasi Delegasi Asia Tenggara dalam Global March to Gaza: “Solidaritas Tak Mengenal Batas”

FoP Apresiasi Delegasi Asia Tenggara dalam Global March to Gaza: “Solidaritas Tak Mengenal Batas”

FoP Apresiasi Delegasi Asia Tenggara dalam Global March to Gaza: “Solidaritas Tak Mengenal Batas”. (Poto: ist/gazamedia.net)

FoP Apresiasi Delegasi Asia Tenggara dalam Global March to Gaza: “Solidaritas Tak Mengenal Batas”. (Poto: ist/gazamedia.net)

LINTASSRIWIJAYA.COM – Jaringan Friends of Palestine Network (FoP) menyampaikan apresiasi mendalam kepada para aktivis dari Asia Tenggara yang telah berpartisipasi dalam Global March to Gaza yang baru saja berakhir.

Aksi ini merupakan kampanye masyarakat sipil multinasional yang menyerukan diakhirinya blokade ilegal atas Gaza, serta menyoroti krisis kemanusiaan yang semakin memburuk di wilayah tersebut.

Baca Juga: 210 Warga Palestina Tewas dan Ratusan Luka-luka, Israel Berhasil Bebaskan 4 Sandera

Baca Juga: Iran Siap Berunding dengan AS soal Gencatan Senjata dan Nuklir, Kecuali dengan Israel

Secara resmi, kampanye ini ditutup pada 16 Juni 2025 di Kairo, Mesir, setelah berhasil menghimpun lebih dari 4.000 peserta dari lebih 80 negara.

Dalam keterangannya, FoP mengungkapkan bahwa pihaknya mengirimkan delegasi dari Malaysia dan Indonesia, sebagai representasi suara kolektif Asia Tenggara dalam gerakan global bersejarah tersebut.

Delegasi Asia Tenggara diberangkatkan pada 11 Juni dan tiba di Kairo pada 13 Juni. Mereka mengikuti pertemuan koordinasi sebagai bagian dari persiapan mobilisasi damai menuju perbatasan Rafah. Namun, situasi berubah drastis pada 14 Juni, ketika konvoi dihentikan di pos pemeriksaan Ismailia, bersama ratusan peserta internasional lainnya.

“Meski paspor akhirnya dikembalikan setelah ditahan selama empat jam, tiga delegasi asal Malaysia sempat ditahan di bandara. Dua di antaranya bahkan diperintahkan kembali ke negara asal,” ungkap Rayyan Abdallah, CEO FoP, dalam pernyataan yang diterima Gazamedia.net, Rabu (18/6/2025).

Rayyan menambahkan bahwa ketiga delegasi tersebut kini telah dibebaskan dan dalam kondisi selamat, meskipun menghadapi berbagai kendala selama proses penahanan.

Sejumlah anggota delegasi Asia Tenggara tetap bertahan di Mesir, menunjukkan keberanian luar biasa di tengah pembatasan yang semakin ketat. “Kehadiran kami di sini adalah pesan bahwa Asia Tenggara berdiri bersama Gaza,” tegas Farwina Faroque, anggota Dewan FoP dan salah satu aktivis yang masih berada di lapangan.

Baca Juga: Iran Bantah Keras Laporan Mediasi dengan Negara Teluk soal Perang dengan Israel

Meski menghadapi potensi penyiksaan dan tekanan, Farwina menyatakan komitmennya untuk tetap melanjutkan perjuangan.

FoP menyatakan bahwa seluruh rangkaian aksi dilakukan sesuai dengan hukum Mesir, berkoordinasi dengan kedutaan besar terkait, serta mematuhi semua protokol yang berlaku. Namun, kondisi di lapangan menunjukkan bahwa aksi tak dapat dilanjutkan tanpa membahayakan keselamatan para peserta.

“Blokade jalan, penahanan berkepanjangan, dan ancaman kekerasan yang eksplisit membuat aksi menuju Rafah mustahil untuk diteruskan, meski tak ada larangan resmi dari pemerintah,” lanjut Rayyan.

Kendati demikian, semangat Global March to Gaza tidak berhenti di Mesir. Terhambatnya mobilisasi di lapangan justru memicu gelombang solidaritas global. Lebih dari 50 aksi solidaritas digelar secara serentak di berbagai belahan dunia, dari Meksiko hingga Siprus. Jutaan orang bersatu dalam satu seruan: akhiri blokade Gaza dan buka jalur kemanusiaan.

FoP juga menyampaikan penghormatan kepada misi-misi paralel lainnya, seperti kapal Freedom Flotilla “Madeleine” yang berlayar dari Italia dan Grand March for Gaza, yang menggambarkan tekad komunitas internasional dalam menyuarakan keadilan dan menyalurkan bantuan bagi rakyat Palestina.

“Meski babak Mesir dari Global March telah berakhir, perjuangan kita belum selesai,” tegas Rayyan.

Baca Juga: AS Setujui Integrasi Ribuan Petempur Asing ke Militer Suriah

Baca Juga: Serangan Proyektil di Dataran Tinggi Golan, Babak Baru Israel vs Hizbullah

FoP menyimpulkan bahwa meski blokade atas Gaza terus berlangsung, perlawanan global terhadapnya juga semakin menguat. Di berbagai benua, para sahabat Palestina membuktikan bahwa solidaritas tak mengenal batas.

Delegasi Asia Tenggara ke Mesir—bersama armada Freedom Flotilla dan peserta aksi global lainnya—melambangkan tumbuhnya gerakan internasional yang menuntut keadilan, martabat, dan pemulihan hak-hak rakyat Palestina. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *