Gaza Makin Berdarah: 62 Ribu Lebih Warga Palestina Gugur, Anak-Anak Jadi Korban Kelaparan

Gaza Makin Berdarah: 62 Ribu Lebih Warga Palestina Gugur, Anak-Anak Jadi Korban Kelaparan

Gaza Makin Berdarah: 62 Ribu Lebih Warga Palestina Gugur, Anak-Anak Jadi Korban Kelaparana. (Poto: Ist/Hani Alshaer – Anadolu Agency)

GAZA, LINTASSRIWIJAYA.COM — Tragedi kemanusiaan di Gaza makin mengerikan. Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan, 62.622 warga Palestina telah gugur sejak agresi militer Israel dimulai pada Oktober 2023. Data mengerikan itu dirilis pada Sabtu (23/8/2025), dikutip dari kantor berita Anadolu.

Dalam 24 jam terakhir saja, 61 jenazah masuk rumah sakit. Sementara itu, 308 orang lainnya menderita luka-luka, membuat total korban luka tembus 157.673 jiwa.

Baca Juga: Israel Ngaku Bisa Kehilangan 100 Tentara Kalau Nekat Invasi Gaza, “Rencana Gila” Tuai Protes!

Baca Juga: Tragedi Gaza: 1.924 Warga Palestina Tewas Saat Menunggu Bantuan Kemanusiaan

“Banyak korban masih terjebak di bawah reruntuhan bangunan atau di jalanan, karena tim penyelamat tidak dapat menjangkau lokasi,” tegas pernyataan Kementerian Kesehatan Gaza.

Tak hanya itu, tragedi terus berlanjut. Dalam satu hari terakhir, 16 warga Palestina tewas dan lebih dari 111 orang terluka akibat tembakan tentara Israel saat mereka hanya ingin mengambil bantuan kemanusiaan. Sejak 27 Mei, jumlah korban dalam insiden mematikan saat pembagian bantuan sudah mencapai 2.076 orang tewas dan lebih dari 15.308 orang terluka.

Krisis kelaparan pun tak kalah mematikan. Hanya dalam 24 jam terakhir, delapan warga Palestina, termasuk dua anak kecil, meninggal dunia akibat kelaparan. Kini total korban jiwa akibat krisis pangan sejak Oktober 2023 mencapai 281 orang, dengan 114 di antaranya anak-anak.

Situasi ini makin parah sejak 2 Maret lalu, ketika otoritas Israel menutup semua pintu perbatasan ke Gaza. Akibatnya, sekitar 2,4 juta jiwa terjebak dalam krisis kelaparan yang seakan tanpa jalan keluar.

Belum cukup sampai di situ. Pada 18 Maret, militer Israel kembali menggempur Gaza setelah sempat ada gencatan senjata dan kesepakatan tukar tahanan pada Januari. Sejak serangan lanjutan itu, korban kembali bertambah: 10.778 orang tewas dan 45.632 lainnya luka-luka.

Baca Juga: Satgas Garuda Merah Putih-II Sukses Kirim Bantuan ke Gaza, Jadi Kado Spesial HUT RI ke-80

Di sisi lain, dunia internasional mulai bergerak. Mahkamah Pidana Internasional (ICC) pada November 2024 lalu mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk PM Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant atas dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.

Tak hanya itu, Israel kini juga digugat di Mahkamah Internasional (ICJ) atas tuduhan genosida yang dilancarkan lewat operasi militernya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *