Gereja Dibom Israel, Netanyahu Baru Minta Maaf Setelah Trump Marah

Gereja Dibom Israel, Netanyahu Baru Minta Maaf Setelah Trump Marah

Gereja Dibom Israel, Netanyahu Baru Minta Maaf Setelah Trump Marah. (Poto:ist/middleeasteye.net)

LINTASSRIWIJAYA.COM — Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, pada Jumat (18/7/2025) menyampaikan penyesalan mendalam atas serangan udara Israel yang menghantam kompleks Gereja Keluarga Kudus (Holy Family Church) di Jalur Gaza sehari sebelumnya.

Pernyataan resmi berbahasa Inggris tersebut disampaikan setelah muncul tekanan dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Baca Juga: Gempuran Israel Tewaskan 41 Warga Palestina, Gaza di Ambang Bencana Kelaparan

Baca Juga: 88 Persen Wilayah Gaza Hancur, Hampir 59.000 Tewas: Laporan 650 Hari Serangan Israel

Dalam keterangan Gedung Putih, disebutkan bahwa Trump menghubungi Netanyahu pada Kamis malam untuk menyampaikan ketidakpuasannya atas insiden yang menewaskan warga sipil di situs keagamaan itu.

Ia juga mendesak agar pemerintah Israel memberikan klarifikasi resmi dan mengakui kesalahan yang terjadi.

Serangan udara Israel pada Kamis dilaporkan menghantam kompleks Gereja Katolik yang terletak di bagian timur Gaza, menewaskan tiga orang dan melukai sembilan lainnya, termasuk Pastor Gabriel Romanelli.

Patriarkat Latin Yerusalem membenarkan jumlah korban dan mengecam serangan tersebut dalam pernyataan resminya.

Dalam pernyataan tertulisnya, Netanyahu menyatakan, “Israel sangat menyesalkan bahwa sebuah amunisi nyasar menghantam Gereja Keluarga Kudus di Gaza.”

Ia menambahkan bahwa pihaknya sedang melakukan investigasi atas insiden tersebut dan tetap “berkomitmen melindungi warga sipil serta tempat-tempat suci.”

Baca Juga: UNRWA Desak Israel Cabut Larangan Media Internasional Masuk Gaza: Disinformasi Mengganas

Baca Juga: Serangan Udara Israel di Gaza Tewaskan 10 Warga, Termasuk Anak-Anak dan Ibu

Militer Israel menyampaikan bahwa hasil penyelidikan awal menunjukkan pecahan proyektil dari operasi militer di wilayah tersebut kemungkinan menjadi penyebab kerusakan pada kompleks gereja. Investigasi mendalam masih terus berlangsung.

Sebagai bentuk solidaritas, pada Jumat, delegasi tinggi gereja dari berbagai denominasi memasuki Jalur Gaza. Rombongan itu dipimpin oleh Kardinal Pierbattista Pizzaballa, Patriark Latin Yerusalem, dan Patriark Theophilos III dari Gereja Ortodoks Yunani.

Mereka mengunjungi lokasi serangan untuk menyampaikan belasungkawa, menunjukkan solidaritas antariman, serta menyerukan “gencatan senjata yang segera, menyeluruh, dan permanen.”

Gereja Keluarga Kudus menjadi situs Kristen ketiga yang terdampak serangan militer Israel sejak awal konflik. Sebelumnya, Gereja Saint Porphyrius dan Gereja Baptis di Gaza juga mengalami serangan yang menyebabkan korban jiwa.

Meski desakan internasional terus disuarakan untuk menghentikan kekerasan, Israel masih melanjutkan ofensif militernya di Gaza sejak pecahnya perang pada 7 Oktober 2023.

Hingga kini, hampir 59.000 warga Palestina tewas, sebagian besar di antaranya adalah perempuan dan anak-anak. Serangan tersebut juga menyebabkan kerusakan infrastruktur besar-besaran, krisis pangan akut, serta penyebaran penyakit menular.

Baca Juga: Satu Kelas Anak Hilang Tiap Hari di Gaza: Fakta Mengguncang Dunia dari PBB

Baca Juga: INH Kembali Kirim Bantuan ke Gaza, 600 Keluarga Dapat Paket Pangan

Pada November 2024, Mahkamah Pidana Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant atas tuduhan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *