PAGAR ALAM, LINTASSRIWIJAYA.COM – Gunung Dempo di Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan, kembali erupsi pada Selasa (19/8/2025) pagi. Dari kawah utamanya, letusan menyemburkan abu vulkanik setinggi sekitar 1.300 meter di atas puncak, atau 4.473 meter di atas permukaan laut.
Menurut laporan magma.esdm.go.id, aktivitas erupsi tersebut terekam seismograf dengan amplitudo maksimum 40 mm dan durasi 112 detik.
Baca Juga: Gunung Dempo Erupsi, Kolom Abu Capai 1.200 Meter di Atas Puncak
Peristiwa ini tercatat sebagai erupsi kedua pada Agustus 2025, setelah sebelumnya terjadi pada 7 Agustus dengan kolom abu mencapai ketinggian 1.200 meter.
Kepala BPBD Pagar Alam, John Hasman, menegaskan bahwa status Gunung Dempo masih berada pada Level II (Waspada). Meski demikian, pihaknya telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi untuk menghadapi kemungkinan terburuk.
“BPBD sudah menyiapkan 70 personel, peralatan evakuasi, bahan makanan, dan tenda pengungsian. Untuk skenario bencana besar, kami akan berkolaborasi dengan BPBD Provinsi,” ujarnya.
John juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang namun waspada, serta terus mengikuti informasi resmi dari pihak berwenang. “Kami minta warga tidak panik, tetapi tetap waspada dengan kondisi Gunung Dempo,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Pos Pemantau Gunung Api Dempo (GAD), Megian, mengungkapkan bahwa abu vulkanik teramati berwarna putih dengan arah sebaran ke selatan. Ia juga menjelaskan adanya aktivitas tremor dengan amplitudo 0,5 mm, yang menjadi indikasi peningkatan aktivitas di bawah permukaan gunung.
Pihak pos pemantau turut mengingatkan masyarakat dan wisatawan untuk tidak beraktivitas dalam radius 1 kilometer dari kawah Marapi–Gunung Dempo, serta menjauhi arah bukaan kawah sejauh 2 kilometer ke sektor utara.
“Hingga saat ini belum ada laporan kerusakan maupun korban jiwa. Namun kewaspadaan tetap menjadi prioritas utama, termasuk bagi sektor penerbangan karena abu vulkanik dapat mengganggu jalur udara,” jelasnya. ***
