Hamas Bantah Pernyataan Terkait Eskalasi Militer di Kawasan Teluk. (Poto: ist/dok Al-Jazeera.net)
LINTASSRIWIJAYA.COM — Hamas membantah sebuah pernyataan yang diklaim berasal dari pihaknya terkait eskalasi militer terbaru di kawasan Teluk.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada Senin (24/6) malam, Hamas menegaskan bahwa pernyataan tersebut adalah palsu dan tidak mencerminkan posisi resmi gerakan.
Baca Juga: Serangan Udara Israel Gempur Gaza, 43 Warga Tewas—Al-Qassam Klaim Tewaskan Tiga Tentara Israel
Baca Juga: Langgar Aturan Perang!, Israel Bom Rumah Sakit Indonesia, Kemenlu RI Bantah Afiliasi Dengan Hamas
Kanal “Tabayyun”, saluran klarifikasi resmi yang dikelola oleh Hamas, menyatakan bahwa pernyataan yang beredar luas di media sosial maupun sejumlah media bukan berasal dari mereka.
“Itu adalah pernyataan palsu yang sama sekali tidak sesuai dengan fakta,” tulis kanal tersebut.
Hamas juga menegaskan bahwa satu-satunya rujukan resmi untuk setiap pernyataan atau sikap organisasi adalah situs web resminya.
“Kami mengingatkan media dan masyarakat luas agar hanya merujuk pada platform resmi kami untuk memperoleh informasi atau klarifikasi,” demikian bunyi pernyataan Hamas.
Klarifikasi ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan keamanan di kawasan Teluk, menyusul serangan balasan yang dilancarkan Iran terhadap Amerika Serikat (AS) setelah serangan terhadap fasilitas nuklir Iran.
Baca Juga: Brigade al-Qassam Klaim Hancurkan Tank dan Drone Israel di Jalur Gaza
Baca Juga: Krisis Gaza Memuncak: 69 Warga Gugur, Rumah Sakit Terancam Lumpuh Total
Sejumlah negara di kawasan, seperti Qatar, Bahrain, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Irak, dilaporkan menutup sementara wilayah udaranya pada Senin malam sebagai langkah antisipatif terhadap perkembangan situasi.
Media resmi Iran melaporkan bahwa mereka telah meluncurkan serangan ke beberapa pangkalan militer di Qatar dan Irak dalam operasi yang disebut sebagai “Operasi Bashair al-Fath” atau “Pertanda Kemenangan”.
Kementerian Pertahanan Qatar menyatakan bahwa sistem pertahanan udara negara itu berhasil mencegat serangan rudal yang ditujukan ke Pangkalan Udara Al-Udeid, pangkalan militer terbesar AS di kawasan tersebut.
“Berkat perlindungan Ilahi, kesiapsiagaan pasukan bersenjata kami, serta langkah-langkah pencegahan yang telah diambil, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka akibat insiden ini,” demikian pernyataan resmi Kementerian Pertahanan Qatar. ***
