Hamas: Distribusi Bantuan oleh Israel-AS Tewaskan 454 Warga Gaza, Sebut Sebagai Jebakan Maut

Hamas: Distribusi Bantuan oleh Israel-AS Tewaskan 454 Warga Gaza, Sebut Sebagai Jebakan Maut

Hamas: Distribusi Bantuan oleh Israel-AS Tewaskan 454 Warga Gaza, Sebut Sebagai Jebakan Maut. (Poto: ist/dok aljazeera.net)

LINTASSRIWIJAYA.COM – Gerakan Hamas pada Senin (23/6) menyatakan bahwa meningkatnya jumlah warga Palestina yang tewas akibat mekanisme distribusi bantuan—yang disebut-sebut dikelola oleh Israel dan Amerika Serikat—mengungkapkan sifat kriminal dari sistem tersebut.

Dalam kurun waktu kurang dari satu bulan, sistem ini telah menewaskan 454 warga dan melukai 3.466 lainnya.

Baca Juga: Di Tengah Konflik Israel-Iran, Serangan Mematikan di Gaza Terus Berlanjut

Baca Juga:Serangan Israel Tewaskan 86 Warga Palestina di Gaza, 56 di Titik Bantuan

Dalam pernyataan yang diterima Kantor Berita Safa, Hamas menegaskan bahwa titik-titik distribusi bantuan tersebut pada kenyataannya merupakan “jebakan maut” yang dirancang secara sistematis.

“Bantuan yang seharusnya menyelamatkan justru dijadikan alat untuk mengelola kelaparan dan penghinaan,” ujar Hamas, seraya menuding kebijakan tersebut sebagai bagian dari strategi genosida terstruktur terhadap rakyat Gaza.

Hamas juga mengecam serangan berulang terhadap lokasi distribusi bantuan, yang menurut mereka dilakukan dengan perlindungan internasional serta disertai sikap bungkam yang memalukan dari komunitas global.

Serangan-serangan tersebut, lanjut pernyataan itu, merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum internasional dan prinsip-prinsip kemanusiaan.

Gerakan perlawanan itu menyerukan kepada masyarakat internasional dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk segera mengambil langkah nyata guna menghentikan pembantaian yang terjadi.

Baca Juga: Serangan Udara Israel Gempur Gaza, 43 Warga Tewas—Al-Qassam Klaim Tewaskan Tiga Tentara Israel

Baca Juga: Kisah Noor Abu Aisha: Guru Relawan Gaza yang Selamat dari Serangan Rudal di Sekolah Al-Nasr

Hamas juga mendesak dibentuknya mekanisme distribusi bantuan kemanusiaan yang aman dan bermartabat di bawah pengawasan langsung PBB, serta dipantau secara independen oleh lembaga-lembaga internasional. Tujuannya adalah agar distribusi bantuan tidak dikendalikan oleh pasukan pendudukan.

Lebih jauh, Hamas menegaskan pentingnya penegakan akuntabilitas internasional atas kejahatan yang dilakukan terhadap warga sipil tak bersenjata. Mereka juga mendesak agar para pemimpin Israel diadili atas kejahatan perang.

Selain itu, Hamas menyerukan gencatan senjata total dan segera guna menghentikan genosida yang menargetkan lebih dari dua juta penduduk Gaza yang masih hidup dalam kondisi terkepung. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *