LINTASSRIWIJAYA.COM — Dalam suasana mencekam yang terus menyelimuti Jalur Gaza, Gerakan Hamas pada Kamis malam (3/7/2025) menyatakan tengah menggelar konsultasi intensif dengan berbagai faksi Palestina.
Konsultasi ini menyangkut usulan gencatan senjata yang diajukan oleh para mediator internasional.
Baca Juga: Laporan PBB Ungkap 60 Perusahaan Dukung Genosida Gaza, Termasuk Microsoft dan Google
Baca Juga: Gaza Membara: 92 Tewas, 45 Di Antaranya Gugur Saat Mengantre Bantuan
“Dalam rangka menghentikan agresi brutal Zionis terhadap rakyat kami dan memastikan masuknya bantuan kemanusiaan secara bebas, gerakan ini kini tengah berkonsultasi dengan para pemimpin kekuatan dan faksi Palestina mengenai usulan dari para mediator bersaudara,” demikian bunyi pernyataan resmi Hamas.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa Hamas belum mengambil keputusan final dan akan menyampaikan sikap resminya setelah proses konsultasi nasional ini rampung.
Gerakan perlawanan itu menambahkan bahwa mereka kini berada dalam tahap pembahasan intensif mengenai berbagai proposal yang disampaikan oleh mediator utama—Mesir dan Qatar—dengan tujuan tunggal: mengakhiri perang di Gaza, menarik mundur seluruh pasukan pendudukan Israel, dan membuka jalur masuk bantuan kemanusiaan bagi jutaan rakyat yang terkepung.
Hamas menyatakan menangani proses ini dengan “tanggung jawab nasional sepenuhnya”, mencerminkan kehati-hatian dan kepedulian terhadap masa depan rakyat Palestina.
“Tujuan dari konsultasi ini sangat jelas,” lanjut pernyataan itu, “yakni mencapai kesepakatan yang menjamin penghentian total agresi, penarikan penuh pasukan pendudukan, dan dibukanya jalur bantuan darurat menuju Gaza, yang kini berdarah dan terluka.”
Baca Juga: Bom Buatan AS Tewaskan 33 Warga Gaza: Seorang Bayi, Seniman, dan Petinju Perempuan Jadi Korban
Baca Juga: Gaza Menjerit: Rumah Sakit Lumpuh, Anak-anak Mati, Dunia Diam
Dengan mata dunia yang tertuju ke Gaza, keputusan Hamas ditunggu-tunggu—tak hanya oleh rakyat Palestina yang berharap pada secercah harapan, tetapi juga oleh dunia internasional yang mendambakan berakhirnya kekerasan di tanah suci itu. ***
