PAGAR ALAM, LINTASSRIWIJAYA.COM – Harga jual biji kopi kering jenis robusta di Kota Pagar Alam kembali mengalami penurunan signifikan.
Saat ini, harga untuk kopi grade asalan hanya berkisar Rp48.000 per kilogram, jauh di bawah harga sebelumnya yang sempat menyentuh Rp60 ribu hingga Rp70 ribu per kilogram.
Baca Juga: Bejat! Petani Kopi di Musi Rawas Cabuli Dua Anak Usia 6 Tahun, Ditangkap Saat Panen
Baca Juga: Harga Kopi Robusta Anjlok di Empat Lawang, Petani Terpaksa Tahan Panen
Kondisi ini memaksa petani tetap menjual hasil panen mereka meskipun dengan rasa kecewa. Mereka mengaku tak punya banyak pilihan di tengah kebutuhan hidup dan ongkos produksi yang terus berjalan.
Harno, salah seorang pengepul kopi lokal di Pagar Alam, membenarkan adanya tren penurunan harga tersebut.
Ia menjelaskan bahwa harga beli kopi dari petani sangat bergantung pada standar harga harian yang ditetapkan oleh para buyer atau pembeli besar.
“Untuk kopi jenis dan grade asalan kami beli dengan harga Rp47 ribu sampai Rp48 ribu per kilogram. Sedangkan untuk kualitas super masih bisa kami beli di kisaran Rp50 ribu hingga Rp53 ribu per kilogram,” kata Harno, Senin (30/6/2025).
Baca Juga: Harga Biji Kopi di Lahat Kembali Turun, Petani Galau
Baca Juga: Kopi Robusta Lahat Terima Sertifikat Indikasi Geografis, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah
Ia menambahkan, harga ini bersifat fluktuatif dan mengikuti informasi dari buyer setiap hari, sehingga tidak bisa diprediksi secara pasti.
Meski harga menurun, sebagian petani kopi tetap merasa bersyukur. Mereka menilai harga saat ini masih lebih baik dibanding dua hingga tiga tahun lalu, di mana harga hanya berkisar Rp25 ribu hingga Rp35 ribu per kilogram.
Risman, petani kopi di kawasan Gunung Dempo, mengungkapkan bahwa meski pendapatan tahun ini menurun dibanding tahun sebelumnya, mereka masih bisa memperoleh sedikit keuntungan.
“Kalau dibanding dua atau tiga tahun lalu, harga sekarang masih cukup lumayan. Masih bisa menutupi biaya perawatan kebun. Kami berharap ke depan fluktuasi harga tidak terlalu tajam agar kesejahteraan petani tetap terjaga,” ujarnya.
Baca Juga: Festival Kopi Lahat 2024 Resmi Dibuka, Dukung Pemulihan Ekonomi dan UMKM
Baca Juga: Alami Kerugian Mencapai Miliaran Rupiah, Truk Angkut 15 Ton Biji Kopi Masuk Jurang
Dengan rata-rata hasil panen mencapai satu hingga dua ton biji kopi kering per hektare, para petani masih bisa bertahan meski dengan margin keuntungan yang lebih kecil. ***
