Hizbullah Tegaskan Dukung Iran dalam Konflik Iran-Israel, Peringatkan Amerika dan Israel. (Poto: ist/ist)
LINTASSRIWIJAYA.COM — Sekretaris Jenderal Hizbullah Lebanon, Syekh Naim Qassem, menegaskan bahwa pihaknya tidak bersikap netral dalam meningkatnya ketegangan antara Iran dan Israel.
Ia menyatakan bahwa Hizbullah berdiri sepenuhnya di pihak Iran—mendukung kepemimpinannya, rakyatnya, serta setiap langkah yang diambil Teheran dalam menghadapi apa yang disebutnya sebagai agresi.
Baca Juga:Â Iran Ubah Struktur Kekuasaan, IRGC Kini Pegang Kendali Politik dan Militer
Baca Juga:Militer Israel Akui Gagal Cegat Rudal Iran, Ini Dampaknya
Pernyataan tersebut disampaikan Qassem dalam sebuah wawancara yang dikutip dari laman resmi Al-Manar, media yang berafiliasi dengan Hizbullah.
Dalam wawancara itu, Qassem mengkritik keras serangan militer Israel terhadap Iran dan menepis berbagai alasan yang digunakan untuk membenarkan tindakan tersebut, termasuk isu pengayaan uranium dan program nuklir Iran.
“Program nuklir Iran adalah hak legal yang dijamin oleh hukum internasional, selama digunakan untuk tujuan damai. Program ini bukan ancaman bagi siapa pun—sebaliknya, merupakan kontribusi ilmiah penting bagi kemajuan Iran dan kawasan,” ujar Qassem.
Ia juga mengecam keras ancaman Amerika Serikat terhadap Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, serta menyebut agresi terhadap Iran sebagai serangan terhadap seluruh rakyat kawasan dan kaum merdeka di dunia.
Qassem memperingatkan bahwa kebijakan luar negeri Amerika berpotensi menyeret kawasan Timur Tengah ke dalam kekacauan dan ketidakstabilan yang lebih luas.
Baca Juga:Â Serangan Rudal Iran Hancurkan Permukiman di Tel Aviv, 1.500 Warga Israel Kehilangan Tempat Tinggal
Baca Juga:Â Iran Serang Israel dengan 400 Rudal dan Ratusan Drone, Sistem Iron Dome Dipertanyakan
Ia menegaskan bahwa Iran memiliki hak penuh untuk membela diri, dan menyerukan agar masyarakat regional serta para pejuang keadilan di seluruh dunia memberikan dukungan terhadap Iran.

“Kaum tertindas, para pemikir, dan tokoh agama harus bersatu dan secara lantang menyuarakan dukungan kepada kepemimpinan Imam Khamenei dan rakyat Iran,” seru Qassem.
Ia menambahkan bahwa Amerika dan Israel tidak akan mampu menundukkan rakyat Iran maupun Garda Revolusi-nya. “Rakyat Iran tidak bisa dikalahkan,” tegasnya.
Qassem juga menekankan bahwa Hizbullah memberikan dukungan penuh kepada Iran dalam segala bentuk untuk menghadapi apa yang disebutnya sebagai bentuk tirani.
Sementara itu, Duta Besar Amerika Serikat untuk Turki yang juga utusan khusus untuk Suriah, Thomas Barak, dalam pernyataannya di Beirut, memperingatkan bahwa campur tangan Hizbullah dalam konflik Iran-Israel akan menjadi “keputusan yang sangat keliru”.
Baca Juga:Â Iran Siap Berunding dengan AS soal Gencatan Senjata dan Nuklir, Kecuali dengan Israel
Baca Juga:Â Iran Bantah Keras Laporan Mediasi dengan Negara Teluk soal Perang dengan Israel
Sebelumnya, Hizbullah telah mengecam keras serangan udara Israel terhadap Iran yang terjadi pekan lalu, di tengah memanasnya konfrontasi bersenjata antara kedua negara.
Meski demikian, hingga saat ini Hizbullah belum secara terbuka menyatakan keterlibatan langsung dalam perang tersebut. Sebelumnya, kelompok itu sempat terlibat konflik bersenjata dengan Israel, yang berakhir dengan gencatan senjata pada 27 November lalu—sebuah kesepakatan yang, menurut pihak Lebanon, masih terus dilanggar oleh Israel. ***

