Inggris Digugat karena Dinilai Lalai dan Tolak Evakuasi Medis Anak-Anak Gaza

Inggris Digugat karena Dinilai Lalai dan Tolak Evakuasi Medis Anak-Anak Gaza

Inggris Digugat karena Dinilai Lalai Evakuasi Medis Anak-Anak Gaza(Poto: ist/ dok Behlül Çetinkaya – Anadolu Agency)

LINTASSRIWIJAYA.COM – Pemerintah Inggris menghadapi gugatan hukum atas keputusannya yang dinilai lalai dalam mengevakuasi secara medis anak-anak yang sakit kritis dari Jalur Gaza.

Gugatan tersebut diajukan atas nama tiga anak dari wilayah konflik tersebut, dan ditujukan kepada Kementerian Luar Negeri serta Kementerian Dalam Negeri Inggris, sebagaimana dilaporkan The Guardian, Sabtu (20/7/2025).

Baca Juga: Bayi Palestina Meninggal karena Kelaparan di RS Al-Shifa, 116 Tewas di Gaza

Baca Juga: Korban Tewas di Gaza Tembus 58 Ribu, Serangan Israel Berlanjut

Pengacara yang menangani kasus ini menyebut keputusan pemerintah Inggris bertolak belakang dengan kebijakan kemanusiaan yang diterapkan dalam konflik sebelumnya, seperti perang Bosnia pada 1990-an dan konflik yang sedang berlangsung di Ukraina.

Dalam dua kasus tersebut, Inggris disebut aktif mengevakuasi anak-anak korban perang untuk mendapatkan perawatan medis.

Gugatan ini menuduh para menteri tidak mempertimbangkan secara serius kondisi fasilitas medis yang sangat terbatas di Gaza sebelum menolak permohonan evakuasi.

Carolin Ott dari firma hukum Leigh Day, yang memimpin gugatan tersebut, menjelaskan:

“Pemerintah Inggris berdalih tidak memfasilitasi evakuasi medis dari Gaza karena mendukung upaya pengobatan di Gaza dan wilayah sekitarnya, serta karena tersedia visa untuk pengobatan yang didanai secara pribadi di Inggris. Namun, pendekatan ini sangat tidak memadai untuk memenuhi kebutuhan mendesak anak-anak di Gaza,” ujarnya kepada The Guardian.

Baca Juga: Gempuran Israel Tewaskan 41 Warga Palestina, Gaza di Ambang Bencana Kelaparan

Baca Juga: 88 Persen Wilayah Gaza Hancur, Hampir 59.000 Tewas: Laporan 650 Hari Serangan Israel

Desakan Buka Jalur Imigrasi Medis Khusus

Aktivis kemanusiaan dan kelompok advokasi telah lama mendesak pemerintah Inggris untuk membuka jalur imigrasi medis khusus bagi anak-anak Gaza yang membutuhkan perawatan darurat. Namun hingga kini, belum ada kebijakan sistematis yang mendukung hal tersebut.

Pada Mei lalu, dua anak dari Gaza berhasil dibawa ke Inggris untuk mendapatkan perawatan kritis melalui bantuan lembaga kemanusiaan Project Pure Hope.

Kasus tersebut menjadi satu-satunya yang berhasil sejauh ini, dengan seluruh biaya ditanggung secara privat. Permintaan lembaga tersebut agar pemerintah membentuk jalur evakuasi khusus Gaza–Inggris yang dibiayai negara, dikabarkan ditolak.

Hingga saat ini, Inggris belum menyatakan kesediaan untuk menjadi negara penerima evakuasi medis dari Gaza. Gugatan hukum menegaskan bahwa kelambanan pemerintah berisiko mengorbankan nyawa anak-anak yang membutuhkan penanganan segera.

Baca Juga: UNRWA Desak Israel Cabut Larangan Media Internasional Masuk Gaza: Disinformasi Mengganas

Baca Juga: Serangan Udara Israel di Gaza Tewaskan 10 Warga, Termasuk Anak-Anak dan Ibu

Baik Kementerian Luar Negeri maupun Kementerian Dalam Negeri Inggris belum memberikan tanggapan resmi terhadap gugatan tersebut. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *