LINTASSRIWIJAYA.COM — Gaza Kembali Bergejolak: PBB Sorot Krisis Kemanusiaan yang Makin Gila, Ratusan Ribu Warga Mengungsi Lagi
Dunia kembali disodorkan realita pedih dari Gaza. Hari ini, Senin (8/7/2025), Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengangkat suara soal kekacauan yang tak kunjung reda di Jalur Gaza.
Baca Juga: Gaza Berdarah, 57.523 Tewas, Dunia Masih Bungkam
Baca Juga: Tangisan Gaza Tak Berujung: Lebih dari 57 Ribu Jiwa Terkorban dalam Serangan Brutal Israel
Sejak gencatan senjata terakhir runtuh Maret lalu, lebih dari 700.000 jiwa dipaksa angkat kaki dari tempat tinggal mereka. Iya, tujuh ratus ribu. Dan angka ini terus bertambah.
“Baru kemarin, Israel lagi-lagi mengeluarkan perintah evakuasi untuk Khan Younis. Dua kali dalam dua hari! Diperkirakan lebih dari 50.000 orang ada di area yang diminta untuk pergi,” ujar juru bicara PBB, Stephane Dujarric, dalam konferensi pers yang penuh nada keprihatinan.
FYI, banyak dari mereka yang harus ngungsi itu bukan baru pertama kali pindah. Ada yang udah pindah lima sampai enam kali.
Nggak ada tempat aman, nggak ada arah, hanya ketidakpastian yang menggantung di atas kepala mereka setiap hari.
Dan tragedi makin menjadi. Dujarric mengungkap, warga sipil dilaporkan tewas saat coba cari makan akhir pekan lalu. Bahkan rumah sakit—yang seharusnya jadi tempat harapan—udah nyaris kolaps karena nggak sanggup tampung korban luka yang terus berdatangan.
“PBB dengan tegas mengecam semua bentuk pembunuhan terhadap warga sipil,” tegas Dujarric. Ia juga membeberkan laporan mengerikan dari World Food Programme (WFP): 1 dari 3 warga Gaza nggak makan selama berhari-hari. Situasi ini makin ngedorong Gaza ke jurang kelaparan massal.
Baca Juga: Netanyahu Kunjungi AS Bahas Gencatan Senjata Gaza dan Pertukaran Tahanan
Baca Juga: GAZA KEHAUSAN: Krisis Air Bersih Mencapai Titik Nadir di Tengah Kepungan Perang
Yang lebih parah? Israel terus menutup akses masuk bahan bakar ke Gaza—selama empat bulan berturut-turut! Dujarric bilang, “Bahan bakar itu nyawa di Gaza. Tanpa itu, rumah sakit mati, internet padam, kehidupan benar-benar lumpuh.”
Dan seolah belum cukup, dari delapan misi kemanusiaan yang direncanakan PBB Minggu lalu, tiga ditolak mentah-mentah oleh pihak Israel. Ini jelas memperlambat bantuan yang sangat dibutuhkan. ***
