LINTASSRIWIJAYA.COM – Pemerintah Iran menyatakan belum mengambil keputusan untuk melanjutkan perundingan nuklir dengan Amerika Serikat.
Hal ini disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, dalam wawancara dengan televisi nasional Iran pada Kamis (26/6/2025).
Baca Juga: Abu Ubaidah: Selama Agresi di Gaza Berlanjut, Jenazah Tentara Israel Akan Terus Bertambah
Baca Juga: Gaza Berkabung, Nidal dan Kinda Dua Bayi Gaza yang Wafat Karena Kelaparan
Menurut Araghchi, Iran sebelumnya sempat terlibat dalam negosiasi dengan Washington. Namun, proses itu berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan, termasuk dukungan AS terhadap serangan Israel ke wilayah Iran, yang kemudian disusul oleh serangan udara langsung dari AS ke fasilitas nuklir Iran.
“Dalam negosiasi terakhir, mereka mencoba membujuk kami untuk melepaskan hak-hak bangsa. Tapi ketika situasi berubah, mereka justru memulai perang dan memberi jalan kepada rezim Zionis untuk menyerang,” kata Araghchi.
Ia menilai tindakan AS sebagai bentuk pengkhianatan terhadap jalur diplomasi. Pengalaman tersebut, menurutnya, akan menjadi bahan pertimbangan utama Iran sebelum mengambil langkah selanjutnya terkait perundingan.
Baca Juga: Operasi Militer di Gaza Dinilai Gagal, Seruan Damai Menguat dari Dalam Pemerintahan Israel
Baca Juga: Serangan Udara Israel Tewaskan Belasan Warga Gaza, Termasuk Pengungsi dan Pencari Bantuan
Meski demikian, Araghchi menegaskan bahwa opsi diplomasi belum sepenuhnya tertutup.
“Jalur diplomasi tetap terbuka. Saya masih menjalin komunikasi dengan sejumlah menteri luar negeri dari negara sahabat,” ujarnya.
Terkait pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyebutkan rencana pertemuan dengan Iran dalam waktu dekat, Araghchi membantahnya secara tegas.
“Belum ada pengaturan apa pun untuk putaran baru pembicaraan tidak langsung dengan Amerika Serikat. Pernyataan mereka tidak konsisten,” tegasnya.
Ketegangan antara Iran dan Israel meletus pada 13 Juni lalu, setelah Israel meluncurkan serangan udara ke sejumlah fasilitas militer, nuklir, dan sipil di Iran. Serangan tersebut menewaskan sedikitnya 606 orang dan melukai lebih dari 5.300 orang, menurut data dari Kementerian Kesehatan Iran.
Baca Juga: Serangan Udara Israel Kembali Tewaskan Puluhan Warga Sipil di Gaza, Termasuk Anak-Anak dan Perempuan
Sebagai balasan, Iran meluncurkan rudal dan drone ke wilayah Israel, yang mengakibatkan sedikitnya 29 korban jiwa dan lebih dari 3.400 orang luka-luka, berdasarkan data Universitas Ibrani Yerusalem.
Konflik mulai mereda setelah tercapainya gencatan senjata yang dimediasi oleh Amerika Serikat dan mulai berlaku sejak 24 Juni lalu. ***

