Iran Koordinasikan Serangan Rudal ke Pangkalan AS di Qatar, Beri Peringatan Dini untuk Hindari Korban. (Poto: ist/ist)
LINTASSRIWIJAYA.COM — Iran dilaporkan telah mengoordinasikan serangan rudalnya terhadap pangkalan militer Amerika Serikat di Qatar dengan otoritas setempat serta memberikan peringatan dini guna meminimalkan potensi korban.
Hal ini diungkap oleh The New York Times pada Senin (23/6/2025), mengutip sejumlah sumber Iran yang mengetahui operasi tersebut, seperti dilaporkan kantor berita Anadolu.
Baca Juga: Serbia Hentikan Penjualan Amunisi ke Israel di Tengah Konflik Israel-Iran, Vucic Serukan Perdamaian
Baca Juga: Iran dan Israel Bungkam soal Gencatan Senjata yang Diumumkan Trump, Qatar Disebut Jadi Mediator
Menurut laporan tersebut, pejabat Iran bekerja sama dengan otoritas Qatar sebelum meluncurkan rudal ke Pangkalan Udara Al Udeid. Peringatan dini itu diberikan agar serangan bersifat simbolis, namun tetap memungkinkan semua pihak menghindari eskalasi lebih lanjut.
Tiga pejabat Iran mengatakan kepada The New York Times bahwa Teheran merasa perlu menunjukkan bentuk balasan simbolik atas serangan Amerika Serikat, sambil tetap membuka “jalan keluar” bagi semua pihak yang terlibat.
Strategi ini disebut serupa dengan pendekatan Iran pada 2020, ketika negara tersebut memberikan informasi awal kepada Irak sebelum meluncurkan rudal balistik ke pangkalan militer AS di Irak sebagai respons atas pembunuhan Jenderal Qasem Soleimani.
Angkatan Bersenjata Iran sebelumnya menyatakan bahwa serangan ke Al Udeid merupakan bagian dari Operasi Bashayer Al-Fath atau “Kabar Gembira Kemenangan”, yang diluncurkan sebagai balasan atas serangan udara AS terhadap fasilitas nuklir Iran pada akhir pekan lalu.
Baca Juga: Presiden Trump Umumkan Gencatan Senjata Total antara Israel dan Iran: Perang 12 Hari Resmi Berakhir
Media publik Israel, KAN, melaporkan bahwa sepuluh rudal Iran diarahkan ke pangkalan militer AS di Qatar. Namun, sistem pertahanan udara Qatar berhasil mencegat rudal-rudal tersebut. Pemerintah Qatar pun mengecam serangan itu. Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.
Seorang pejabat senior Gedung Putih menyatakan bahwa pemerintah AS “mengetahui dan memantau secara cermat ancaman potensial terhadap Pangkalan Al Udeid.”
Kedutaan Besar AS di Doha juga sempat mengeluarkan imbauan bagi warga negara Amerika untuk tetap berlindung di tempat masing-masing, menyusul meningkatnya ketegangan di kawasan.
Ketegangan ini dipicu oleh serangan udara Amerika Serikat terhadap situs-situs nuklir utama Iran yang diperintahkan oleh Presiden Donald Trump pada akhir pekan lalu. Menanggapi hal tersebut, Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran, Jenderal Abdolrahim Mousavi, menyatakan bahwa serangan terhadap fasilitas nuklir Iran “tidak akan dibiarkan begitu saja.”
Baca Juga: Listrik Mati Terancam Gelap Gulita, Iran Hujani Israel dengan Rudal
Presiden Trump memperingatkan bahwa setiap bentuk pembalasan dari Iran “akan dibalas dengan kekuatan yang jauh lebih besar dibandingkan serangan sebelumnya.” ***
