Israel Ngaku Bisa Kehilangan 100 Tentara Kalau Nekat Invasi Gaza, “Rencana Gila” Tuai Protes!

Israel Ngaku Bisa Kehilangan 100 Tentara Kalau Nekat Invasi Gaza, “Rencana Gila” Tuai Protes!

Panglima IDF Eyal Zamir (kiri). (Poto: ist/ist)

GAZA, LINTASSRIWIJAYA.COM – Drama konflik Gaza makin panas. Militer Israel (IDF) ngaku kalau mereka bisa kehilangan sekitar 100 tentaranya kalau nekat ngeroll out serangan darat full ke Kota Gaza.

Angka itu muncul dalam presentasi strategi penguasaan Gaza yang dipimpin langsung sama Kepala Staf Umum, Eyal Zamir, bareng jajaran perwira tingginya.

Baca Juga: Tragedi Gaza: 1.924 Warga Palestina Tewas Saat Menunggu Bantuan Kemanusiaan

Baca Juga: Indonesia Kirim 7 Kapal Kemanusiaan Gabung Global Sumud Flotilla Tembus Blokade Gaza

Dilansir dari media Israel, Maariv (19/8), rencana gila ini termasuk: pengerahan 130 ribu pasukan cadangan, perpanjangan masa dinas militer, plus persiapan serangan besar-besaran ke wilayah padat penduduk. Kabarnya, kabinet Israel bakal bahas dan ketok palu rencana ini hari Kamis depan.

Sementara itu, di lapangan pasukan Israel udah makin neken Gaza. Beberapa distrik kayak Sabra dan Zeitun terus dihantam serangan udara dan artileri, sebelum pasukan darat turun langsung.

Di sisi lain, militer Israel sok bilang mereka lagi siapin “mekanisme kemanusiaan,” kayak bikin rumah sakit baru di Khan Younis dan area evakuasi buat warga sipil Gaza.

Tapi, keputusan ini bikin Israel sendiri pecah suara. Ada sumber keamanan yang bilang pemerintah lagi ada di “persimpangan jalan”: antara lanjut negosiasi soal pertukaran sandera sama Hamas atau langsung invasi full ke Gaza.

Yang paling keras nolak justru datang dari kelompok keluarga tentara Israel. Mereka bilang rencana itu cuma bikin makin banyak korban dan gak ada solusi buat krisis sandera.

Gerakan Imahot L’luchamim (Ibu-Ibu Prajurit) bahkan ngasih statement keras:
“Rencana militer yang tidak menyumbang apa pun pada tujuan perang, tidak mengembalikan para sandera, dan tetap ‘dihitung’ dengan 100 tentara tewas adalah kegilaan total.”

Baca Juga: “Si Gempa” Mohammad Al-Sha’lan Gugur Ditembak Tentara Israel Saat Berjuang Demi Putrinya

Mereka juga ngegas dengan bilang:
“Hanya penggunaan istilah sinis dan kejam seperti ‘harga nyawa tentara’ saja sudah mengguncang kami sebagai ibu, dan juga mengguncang para prajurit yang dikirim ke medan perang tanpa harapan nyata. Pemerintah terus mengirim anak-anak kami menuju kematian, sementara tidak melakukan apa pun untuk menghancurkan kekuasaan Hamas. Ini langkah berbahaya, sia-sia, dan terputus dari realitas. Saatnya menunjukkan keberanian sipil dan publik, serta menghentikan pemerintah yang mengirim anak-anak kami untuk mati sia-sia.” ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *