OKU, LINTASSRIWIJAYA.COM – Demi ngejaga kualitas pangan yang beredar di tengah masyarakat, Polsek Baturaja Timur Polres OKU turun langsung ke lapangan buat ngecek isu soal dugaan beras oplosan dan pelanggaran Harga Eceran Tertinggi (HET) yang katanya beredar di wilayah Kecamatan Baturaja Timur.
Semua ini gegara muncul isu beras yang katanya nggak sesuai standar mutu dan dijual dengan harga serta timbangan yang bikin curiga.
Baca Juga: Waspadai Beras Oplosan, Disperindag Muara Enim Belum Terima Laporan Masyarakat
Baca Juga: DKP Empat Lawang Serahkan Bantuan Beras kepada Korban Kebakaran di Kota Gading dan Sungai Berau
Tim Polsek langsung meluncur ke beberapa lokasi, termasuk Desa Air Poah dan Desa Tanjung Baru. Di sana, mereka nemuin ada pedagang yang jual beras premium seharga Rp15.000/kg, tapi pakai timbangan dacing 10 kg. Hmm, mencurigakan ya?
Tapi pas dicek lagi ke Pasar Baru dan Pasar Atas Baturaja, ternyata harga beras masih aman-aman aja, kok! Untuk beras medium harganya kisaran Rp10.000–Rp13.500/kg, sementara beras premium di angka Rp13.000–Rp15.000/kg. Masih normal lah ya…
Kapolsek Baturaja Timur, AKP Azwan, S.H., M.H., bilang pas dikonfirmasi Senin (21/7), belum ada indikasi pelanggaran serius.
“Pedagang beras di Kecamatan Baturaja Timur sebagian besar mendapatkan pasokan dari tengkulak Belitang, OKU Timur, yang diketahui menerima langsung dari penggilingan padi.
Sementara masyarakat di sini mayoritas membeli beras di pasar tradisional yang tidak bermerek,” ujar Azwan.
Baca Juga; Penandatanganan Rencana Penyaluran Bantuan Pangan Beras Tahun 2024 di Empat Lawang
Baca Juga: Polisi Lakukan Pengecekan Harga Beras di Lapangan, Kapolres Musi Rawas: Harga Mulai Turun dan Stabil
Walau belum nemuin hal mencurigakan, Polsek tetap ngingetin para pedagang buat nggak main-main sama timbangan atau nyampur beras seenaknya.
Sementara itu, Kapolres OKU AKBP Endro Aribowo lewat Kasi Humas AKP Ibnu Holdon juga kasih statement penting:
“Pemantauan ini penting agar informasi awal terkait adanya beras tak layak edar bisa segera diketahui dan ditindaklanjuti,” katanya.
AKP Ibnu Holdon juga ngarep banget biar Disperindag OKU segera bentuk tim pengawas gabungan buat ngawasin kualitas dan distribusi beras, baik yang ada di pasar tradisional maupun swalayan. ***

