LAHAT, LINTASSRIWIJAYA.COM — Bupati Lahat, Bursah Zarnubi, bersama Wakil Bupati Widia Ningsih meninjau langsung lokasi jembatan yang ambruk di Desa Muara Lawai, Kecamatan Merapi Timur, Kabupaten Lahat, pada Minggu malam (29/6) sekitar pukul 23.14 WIB.
Jembatan tersebut merupakan penghubung utama antara Kabupaten Lahat dan Muara Enim.
Baca Juga: Jembatan Penghubung Lahat–Muara Enim Roboh, Polisi Lakukan Pengamanan Ketat
Baca Juga: Sebanyak 2.126 PPPK Dilantik, Resmi Jadi ASN di Pemkab Lahat
Meskipun masih terdapat satu jembatan di sisi lainnya yang dapat dilalui kendaraan, insiden ini menyebabkan gangguan arus lalu lintas dan meningkatkan risiko kecelakaan.
Saat diwawancarai di lokasi kejadian, Bupati Bursah menyatakan keprihatinannya. Ia mengungkapkan bahwa ambruknya jembatan diduga kuat akibat kelebihan beban dari truk angkutan batubara bertonase besar.
“Ini karena beban yang terlalu berat. Empat unit truk batubara yang terjebak di atas jembatan masing-masing memiliki tonase hingga 40 ton. Ke depan, batubara cukup diangkut dengan tonase maksimal 15 hingga 20 ton saja,” tegas Bursah, Senin (30/6/2025).
Dengan nada tegas, Bursah juga menyampaikan kekecewaannya terhadap kebijakan angkutan batubara yang menurutnya seharusnya dapat dihentikan sementara. Namun, ia menegaskan bahwa kewenangan sepenuhnya berada di tingkat Provinsi Sumatera Selatan.
Baca Juga: Jembatan Penghubung Lahat–Muara Enim Ambruk, 4 Truk Terperosok dan Jalur Nasional Lumpuh Total
Baca Juga: Warung Remang-Remang di Lahat Akan Segera Dibongkar Pemkab Dalam Waktu Dekat
“Kalau saya punya kewenangan, sudah saya tutup angkutan batubara ini. Tapi ini wewenang provinsi, dan saya tidak mengerti kenapa provinsi tidak berani ambil sikap,” ujarnya.
Ia pun meminta Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan untuk menghentikan sementara operasional angkutan batubara hingga pembangunan jalan khusus (jalan hauling) batubara yang dirintis Pemkab Lahat selesai.
“Kita minta Pemprov Sumsel setop dulu angkutan batubara ini sampai jalan hauling selesai. Bahkan, kita juga minta agar provinsi ikut membantu penyelesaiannya,” pungkasnya.
Baca Juga: Usai Jembatan Ambruk, Jalan Nasional di Muara Enim Amblas Akibat Tonase Berat
Baca Juga: Wabup Lahat Desak OPD Terkait Ambil Langkah Nyata Tangani Persoalan Anak
Sebagai informasi, jembatan yang ambruk ini merupakan jalur strategis yang dilalui kendaraan berat dan kendaraan umum. Ambruknya jembatan ini menambah daftar kerusakan infrastruktur jalan yang disebabkan oleh tingginya aktivitas angkutan barang bertonase besar di wilayah tersebut. ***

