Kapal Hanzala Tiba di Italia, Siap Lanjutkan Misi Tembus Blokade Gaza

Kapal Hanzala Tiba di Italia, Siap Lanjutkan Misi Tembus Blokade Gaza

Kapal Hanzala Tiba di Italia, Siap Lanjutkan Misi Tembus Blokade Gaza. (Poto: ist/dok aljazeera.net)

LINTASSRIWIJAYA.COM — Kapal Hanzala yang membawa misi kemanusiaan untuk menembus blokade Israel di Jalur Gaza telah tiba di Pelabuhan Gallipoli, Italia Selatan.

Kapal tersebut mengangkut sekitar 20 aktivis internasional yang berkomitmen mendukung perjuangan rakyat Palestina dan menentang genosida yang terus berlangsung di wilayah tersebut.

Baca Juga: Kapal Hanzala Siap Berlayar ke Gaza: Misi Kemanusiaan untuk Anak-anak yang Terluka

Baca Juga: Legenda Kapal Portugis “Flor de la Mar” yang Karam di Perairan Indonesia

Dalam tiga hari mendatang, Hanzala dijadwalkan kembali berlayar selama sepekan menuju perairan Gaza, sebagai bagian dari gelombang solidaritas global.

Di antara penumpang kapal, terdapat dua anggota parlemen Prancis dari partai kiri La France Insoumise (Prancis yang Tak Tunduk), yakni Gabrielle Catala dan Emma Fourreau.

Kapal Hanzala memulai pelayaran pada 13 Juli dari Pelabuhan Syracuse, Sisilia, Italia. Keberangkatannya disambut antusias ratusan simpatisan yang memadati pelabuhan, membawa bendera Palestina, mengenakan kufiyah—simbol perlawanan—serta mengangkat poster dan meneriakkan seruan pembebasan bagi Gaza yang telah diblokade selama hampir dua dekade.

Pelayaran ini merupakan bagian lanjutan dari kampanye internasional untuk menembus blokade Gaza yang dinilai bertentangan dengan hukum internasional dan memperparah krisis kemanusiaan.

Baca Juga: Gaza di Ambang Kiamat Kemanusiaan: Rumah Sakit Kolaps, Anak-anak Terancam Nyawa

Baca Juga: Gaza Teriak: “Perang Air” Israel Bikin Anak-anak Jadi Korban!

Sebelumnya, pada 9 Juni, kapal Madeleine—yang juga tergabung dalam Freedom Flotilla—disergap militer Israel di perairan internasional saat membawa bantuan kemanusiaan ke Gaza.

Dua belas aktivis di atas kapal tersebut ditangkap dan kemudian dideportasi setelah dipaksa menandatangani surat pernyataan tidak akan kembali ke wilayah itu.

Menanggapi insiden tersebut, Komite Internasional untuk Mengakhiri Blokade Gaza menegaskan bahwa tindakan represif Israel berupa pembajakan laut, penahanan aktivis, dan penyitaan kapal tidak akan menyurutkan semangat solidaritas global.

“Kami tidak gentar. Upaya akan terus berlanjut selama blokade masih berlangsung,” tegas pernyataan mereka.

Nama Hanzala sendiri diambil dari karakter kartun ikonik karya karikaturis Palestina, Naji al-Ali, yang pertama kali muncul pada tahun 1969.

Baca Juga: Israel Ajukan Peta Baru Dalam Perundingan Gencatan Senjata Gaza,Negosiasi Masih Mandul

Baca Juga: Gaza Gagal Sekolah, Dunia Gagal Manusia: Generasi yang Tumbuh Tanpa Huruf dan Harapan

Hanzala digambarkan sebagai anak laki-laki berusia 10 tahun yang membelakangi dunia, dengan tangan terlipat di punggung, simbol penolakan terhadap ketidakadilan dan perjanjian politik yang tak membawa keadilan bagi Palestina.

Kini, sosok Hanzala menjadi lambang abadi perlawanan dan keteguhan hati bangsa Palestina. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *