MUARA ENIM, LINTASSRIWIJAYA.COM – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di wilayah Muara Enim, Sumatera Selatan, dengan luas lahan terdampak mencapai 4 hektare.
Kebakaran ini telah berlangsung sejak Sabtu (26/7) sore dan hingga kini masih menyisakan asap di lokasi.
Baca Juga: Muara Enim Siaga Darurat Hadapi Kemarau Panjang, 19 Kecamatan Rawan Karhutla
Baca Juga: Kapolres Musi Rawas: 55 Titik Hotspot Terdeteksi, Status Siaga Darurat Karhutla Ditetapkan
Peristiwa karhutla terjadi di Desa Suka Jadi, Kecamatan Sungai Rotan, sekitar pukul 15.10 WIB. Namun, Satgas Karhutla baru menerima laporan kejadian tersebut pada Sabtu malam.
“Karhutla di Muara Enim terjadi di lahan gambut dengan luas terbakar sekitar 4 hektare. Upaya pemadaman sudah dilakukan tim danru Damkar Kecamatan Sungai Rotan kemudian satgas karhutla juga telah ke lokasi,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Muara Enim, Abdurrozieq, Minggu (27/7/2025).
Upaya pemadaman telah dilakukan sejak malam oleh BPBD Posko Gelumbang. Namun, operasi tersebut terkendala oleh jarak pandang yang terbatas, sehingga dilanjutkan kembali pada pagi harinya.
“Setelah berkoordinasi bersama, tim satgas melanjutkan pemadaman pagi ini dikarenakan tidak efektif dan jarak pandang yang terbatas. Kondisi lahan itu masih berasap saat ditinggalkan,” katanya.
Baca Juga: Musi Rawas Siaga Asap! Polres Musi Rawas Tancap Gas Cegah Karhutla
Baca Juga: Pj. Bupati Lahat Pimpin Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Karhutla Tahun 2024
Abdurrozieq menjelaskan bahwa pihaknya memanfaatkan sumber air dari kanal di sekitar lokasi. Sejumlah peralatan dan perlengkapan seperti mesin jinjing, selang machino, nozzle, dan lainnya juga telah disiapkan untuk menunjang pemadaman.
“Kita belum mengetahui siapa pemilik lahan dan penyebab lahan itu terbakar. Kita masih fokus penanganan kebakaran,” tambahnya.
Ia menegaskan bahwa setiap kejadian karhutla juga diikuti dengan kegiatan sosialisasi kepada masyarakat sekitar, agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Upaya ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi untuk meminimalisir terjadinya karhutla. ***
