LINTASSRIWIJAYA.COM – Seruan mengejutkan kembali menggema dari sejumlah menteri sayap kanan Israel pada Selasa (8/7/2025).
Mereka secara terang-terangan mendesak penghentian total bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza yang telah diblokade sejak lama.
Baca Juga: Tiga Tentara Cadangan Israel Gugat Pemerintah: Operasi di Gaza Langgar Hukum Internasional!
Baca Juga: 57.575 Warga Palestina Tewas, Dunia Masih Bungkam, Genosida di Gaza Terus Berlanjut
Alih-alih meredam kekerasan, para menteri itu justru menyerukan kebijakan ekstrem: membiarkan warga Palestina kelaparan, menghancurkan seluruh wilayah Gaza, dan menggagalkan proses gencatan senjata yang tengah dirintis.
Seruan brutal ini dilontarkan setelah lima tentara Israel tewas dalam serangan mendadak kelompok Hamas di Gaza utara, Senin malam.
Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, menyatakan bahwa Israel harus segera menarik diri dari perundingan damai yang sedang berlangsung di Doha, Qatar. Dalam unggahannya di platform X, Ben-Gvir menulis:
“Tidak ada gunanya bernegosiasi dengan mereka yang membunuh tentara kita.”
Lebih jauh, ia menyerukan penerapan kebijakan pengepungan total, penghancuran militer, pengusiran warga Palestina, hingga pembangunan kembali permukiman ilegal Israel di wilayah yang hancur.
Baca Juga: PBB Sebut 1 dari 3 Warga Gaza Tak Makan Berhari-Hari, Israel Diduga Halangi Bantuan
Baca Juga: Kapal Hanzala Siap Berlayar ke Gaza: Misi Kemanusiaan untuk Anak-anak yang Terluka
Tak ketinggalan, Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich juga bersuara lantang. Melalui akun X miliknya, ia meminta Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Kepala Staf Militer Eyal Zamir untuk segera menghentikan semua bentuk bantuan ke Gaza.
Situasi di Gaza semakin mengerikan. Menurut pernyataan militer Israel, dalam bentrokan terbaru di Gaza utara, lima tentaranya tewas dan 14 lainnya luka-luka.
Namun penderitaan warga sipil Palestina jauh lebih tragis. Sejak Oktober 2023, serangan militer Israel telah menewaskan hampir 57.600 jiwa, sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak. Infrastruktur hancur, kelaparan meluas, dan wabah penyakit tak terbendung—sementara dunia hanya bisa menyaksikan.
Baca Juga: Komisi Eropa: Tidak Ada Bukti Hamas Curi Bantuan di Gaza
Baca Juga: Ini Bukan Film, Ini Gaza: 700.000 Ribu Warga Mengungsi, Gaza Terancam Kelaparan dan Blackout
Di tengah kecaman internasional dan derita rakyat Gaza yang terus memburuk, Presiden AS Donald Trump bertemu dengan Netanyahu di Gedung Putih pada Senin (8/7/2025). Pertemuan ini berlangsung di tengah upaya mediasi gencatan senjata antara Israel dan Hamas, yang difasilitasi oleh Qatar.
Namun seruan para pejabat tinggi Israel hari ini menunjukkan bahwa perdamaian masih jauh dari harapan. Yang nyata justru adalah penderitaan manusia yang terus bertambah. ***

