GAZA, LINTASSRIWIJAYA.COM — Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dijadwalkan bertemu dengan Menteri Keuangan Bezalel Smotrich dan Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir pada Senin (14/7/2025) waktu setempat.
Pertemuan ini digelar untuk meredam kekhawatiran dua menteri dari partai sayap kanan terkait kemungkinan tercapainya kesepakatan dengan Hamas, termasuk pertukaran tahanan dan gencatan senjata yang kini sedang dinegosiasikan secara tidak langsung di Qatar.
Baca Juga: Olivia Rodrigo Anggap Krisis Gaza “Enggak Manusiawi”, Donasi Ke Unicef Buat Bantu Korban
Dikutip dari i24NEWS, Netanyahu disebut akan menekankan bahwa kesepakatan apapun yang tercapai tidak akan menghalangi Israel melanjutkan operasi militernya di Jalur Gaza.
Penegasan ini bertujuan menjaga soliditas internal kabinet dan memastikan dua partai koalisi garis keras—Partai Zionisme Religius pimpinan Smotrich dan Partai Kekuatan Yahudi pimpinan Ben Gvir—tetap berada dalam barisan pemerintah.
Langkah Netanyahu ini mencerminkan kekhawatiran terhadap potensi retaknya koalisi, yang saat ini menguasai 68 dari 120 kursi di parlemen (Knesset).
Baca Juga: Setiap Detik Ada yang Mati di Gaza — 58.000+ Korban Jiwa!
Baca Juga: Handala Berlayar! Freedom Flotilla Kirim Misi Harapan Menuju Gaza
Jika dua partai tersebut keluar, Netanyahu bisa kehilangan mayoritas dan mengancam stabilitas pemerintahannya. ***
