Komisi Eropa: Tidak Ada Bukti Hamas Curi Bantuan di Gaza

Komisi Eropa: Tidak Ada Bukti Hamas Curi Bantuan di Gaza

Komisi Eropa, Tidak Ada Bukti Hamas Curi Bantuan di Gaza. (Poto: ist/ dokĀ  Anadolu Agency)

LINTASSRIWIJAYA.COM – Komisi Eropa pada Senin (7/7/2025) secara tegas menyatakan bahwa tidak ditemukan bukti yang menunjukkan kelompok Hamas mencuri atau menyalahgunakan bantuan kemanusiaan di Jalur Gaza.

Pernyataan ini disampaikan di tengah meningkatnya tudingan dari Amerika Serikat dan Israel yang menuduh Hamas mengintervensi distribusi bantuan.

Baca Juga:Ā Ribuan Bayi Gaza Lapar dan Tak Punya Ibu: Setiap Menit Bisa Jadi Nafas Terakhir Mereka!

Baca Juga:Ā Ini Bukan Film, Ini Gaza: 700.000 Ribu Warga Mengungsi, Gaza Terancam Kelaparan dan Blackout

ā€œKami tidak menerima laporan bahwa Hamas mencuri bantuan,ā€ ujar juru bicara Komisi Eropa, Eva Hrncirova, dalam konferensi pers di Brussels, sebagaimana dikutip dari kantor berita Anadolu.

Ia menegaskan bahwa Uni Eropa tetap berpegang teguh pada prinsip-prinsip kemanusiaan yang netral, independen, dan tidak berpihak.

Hrncirova menggambarkan situasi di Gaza sebagai ā€œkatastrofik dan sangat, sangat kompleks.ā€ Meski begitu, ia menekankan bahwa Uni Eropa memiliki mekanisme yang aman dan terstruktur untuk menjamin bantuan kemanusiaan sampai ke tangan warga sipil yang membutuhkannya.

Lebih lanjut, Hrncirova menegaskan bahwa Uni Eropa tidak terlibat dengan Gaza Humanitarian Foundation—sebuah mekanisme distribusi bantuan kontroversial yang didukung oleh Israel dan Amerika Serikat.

Baca Juga:Ā Gaza Berdarah, 57.523 Tewas, Dunia Masih Bungkam

Baca Juga:Ā Tangisan Gaza Tak Berujung: Lebih dari 57 Ribu Jiwa Terkorban dalam Serangan Brutal Israel

ā€œKami percaya bahwa bantuan kemanusiaan tidak boleh diprivatisasi, dipolitisasi, atau dijadikan alat dalam konflik bersenjata,ā€ tegasnya.

Diketahui, Gaza Humanitarian Foundation mulai beroperasi pada 27 Mei 2025, namun dalam waktu dua bulan terakhir telah memicu kritik internasional.

Ratusan warga Palestina yang mencari bantuan dilaporkan tewas di sekitar lokasi distribusi akibat serangan militer Israel, menurut catatan PBB.

Lebih dari 170 organisasi kemanusiaan internasional, termasuk UNRWA, Oxfam, Amnesty International, dan Médecins Sans Frontières (MSF), telah menandatangani pernyataan bersama yang mendesak agar mekanisme distribusi bantuan berbasis Israel dihentikan. Mereka menyerukan agar kendali distribusi dikembalikan kepada sistem yang dipimpin oleh PBB.

Dalam pernyataannya, Komisi Eropa juga kembali menyerukan kepada pemerintah Israel untuk segera membuka akses kemanusiaan bagi mitra Uni Eropa yang ingin menjangkau wilayah Gaza, di mana jutaan penduduk kini hidup di ambang kelaparan.

Baca Juga:Ā Netanyahu Kunjungi AS Bahas Gencatan Senjata Gaza dan Pertukaran Tahanan

Baca Juga:Ā GAZA KEHAUSAN: Krisis Air Bersih Mencapai Titik Nadir di Tengah Kepungan Perang

Sejak Oktober 2023, lebih dari 57.000 warga Palestina dilaporkan tewas akibat agresi militer Israel di Jalur Gaza. Mayoritas korban adalah perempuan dan anak-anak. Serangan udara tanpa henti serta blokade total telah meruntuhkan infrastruktur vital dan menciptakan kondisi darurat yang menyerupai kelaparan massal. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *