LINTASSRIWIJAYA.COM — Kementerian Kesehatan Palestina pada Selasa (25/6/2025) melaporkan bahwa setidaknya 56.077 warga Palestina telah tewas sejak pecahnya konflik bersenjata dengan Israel pada Oktober 2023.
Dalam pernyataannya, kementerian menyebutkan bahwa sebanyak 79 jenazah dibawa ke rumah sakit dalam 24 jam terakhir, sementara 289 orang lainnya mengalami luka-luka.
Baca Juga: Serangan Udara Israel Gempur Gaza, 43 Warga Tewas—Al-Qassam Klaim Tewaskan Tiga Tentara Israel
Baca Juga: Kisah Noor Abu Aisha: Guru Relawan Gaza yang Selamat dari Serangan Rudal di Sekolah Al-Nasr
Dengan demikian, total korban luka sejak awal serangan meningkat menjadi 131.848 orang.
“Masih banyak korban yang terjebak di bawah reruntuhan dan di jalan-jalan karena tim penyelamat kesulitan menjangkau mereka,” demikian isi pernyataan tersebut.
Israel kembali melancarkan serangan ke Jalur Gaza sejak 18 Maret 2024, setelah kesepakatan gencatan senjata dan pertukaran tahanan yang diberlakukan pada Januari lalu runtuh. Sejak saat itu, serangan telah menewaskan sedikitnya 5.759 orang dan melukai 19.807 lainnya.
Pada November tahun lalu, Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant, atas dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.
Baca Juga: Gempuran Israel di Gaza Tewaskan 51 Warga Palestina dalam 24 Jam, Total Korban Tembus 187 Ribu
Baca Juga: Lebih dari 55.000 Warga Palestina Tewas Sejak Oktober 2023, Serangan Israel Terus Berlanjut di Gaza
Israel juga tengah menghadapi gugatan genosida yang diajukan ke Mahkamah Internasional (ICJ) terkait operasi militernya di wilayah tersebut. ***

