PAGAR ALAM, LINTASSRIWIJAYA.COM — Musim kemarau yang melanda Sumsel tak hanya memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla), tetapi juga menyebabkan krisis air bersih.
Di Kecamatan Dempo Selatan, Kota Pagar Alam, warga mulai kesulitan mendapatkan pasokan air untuk kebutuhan sehari-hari.
Baca Juga: Muara Enim Siaga Darurat Hadapi Kemarau Panjang, 19 Kecamatan Rawan Karhutla
Baca Juga: Musim Kemarau Sebabkan Aliran Sungai Temam Surut, Pengunjung Terpengaruh
“Sudah dua pekan ini sumur-sumur di sini debitnya turun drastis, bahkan ada yang kering total,” ujar Sudarman, warga Desa Talang Surabaya, Kamis (24/7/2025).
Akibatnya, warga terpaksa mengangkut air dari Sungai Lematang dan Sungai Selangis menggunakan jerigen. Kondisi ini kian memprihatinkan, terutama bagi keluarga yang tidak memiliki akses ke sungai.
Sebagai bentuk respons cepat, Polres Pagar Alam mengerahkan bantuan air bersih menggunakan kendaraan taktis water cannon dan mobil tangki air ke sejumlah desa terdampak.
“Kami bersyukur mendapat bantuan air bersih dari Polres. Ini sangat membantu,” ucap Sudarman.
Baca Juga; GAZA KEHAUSAN: Krisis Air Bersih Mencapai Titik Nadir di Tengah Kepungan Perang
Baca Juga: Gaza Teriak: “Perang Air” Israel Bikin Anak-anak Jadi Korban!
Kapolres Pagar Alam, AKBP Januar Persada menegaskan bahwa kepolisian tak hanya bertugas menjaga keamanan, tetapi juga hadir membantu masyarakat yang terdampak bencana.
“Hari ini kami salurkan bantuan air di dua desa yang terdampak kekeringan. Dan kami akan terus distribusikan selama warga membutuhkan,” tegasnya.
Warga berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah jangka panjang, salah satunya dengan membangun saluran air bersih dari PDAM ke wilayah mereka.
“Kalau tidak dibangun jalur PDAM, tiap musim kemarau kami akan terus begini,” keluh warga. ***
