Mental Tentara Israel Drop Parah, Publik Udah Nggak Percaya Lagi Sama Perang Gaza

Mental Tentara Israel Drop Parah, Publik Udah Nggak Percaya Lagi Sama Perang Gaza

Mental Tentara Israel Drop Parah, Publik Udah Nggak Percaya Lagi Sama Perang Gaza. (Poto: ist/dok aljazeera.net)

GAZA, LINTASSRIWIJAYA.COM — Israel Lagi Drop Banget: Tentara Kena PTSD, Publik Udah Capek Sama Perang

Perang yang nggak kelar-kelar di Gaza bikin suasana di Israel makin kelam. Media lokal mereka udah terang-terangan bilang: moral tentara drop, publik mulai kehilangan kepercayaan, dan pemerintah? Dinilai makin ngawur.

Baca Juga: Rencana “Kota Kemanusiaan” di Gaza Tuai Kecaman: Disebut Mirip Kamp Konsentrasi

Baca Juga: Koalisi Terancam Retak, Netanyahu Temui Dua Menteri Sayap Kanan Bahas Gaza

Alon Ben-David, analis militer dari Kanal 13, bilang militer Israel sekarang mulai ngomong jujur ke kabinet keamanan. Mereka udah nggak bisa janji-janji muluk lagi soal “kemenangan” di Gaza. Nyatanya? Biaya perang makin mahal—bukan cuma duit, tapi nyawa dan mental tentara juga.

“Israel belum pernah ngalamin satu generasi yang perang selama ini,” kata Alon.
Dan iya, korban terus bertambah.

Nir Dvori, jurnalis militer dari Kanal 12, ngasih data yang bikin merinding: 20.000 tentara Israel sekarang kena PTSD (Post-Traumatic Stress Disorder). Dan itu belum semua. Bisa jadi nambah terus. Ini disebut sebagai krisis psikologis terbesar dalam sejarah militer mereka.

Sisi manusianya dijelasin sama Mikhāl Baidan dari kanal yang sama.

“Bayangin, satu generasi muda bertempur terus selama hampir dua tahun. Pas pulang? Mereka masih harus berjuang lagi — kali ini di medan perang psikologis dan sosial.”

Baca Juga: Olivia Rodrigo Anggap Krisis Gaza “Enggak Manusiawi”, Donasi Ke Unicef Buat Bantu Korban

Baca Juga: UNRWA Peringatkan Lonjakan Malnutrisi di Gaza: Anak-anak Tewas karena Kelaparan, Bantuan Masih Diblokir

Pemerintah Dikritik Habis-Habisan

Gak cuma wartawan, para politisi juga mulai speak up.

Merav Cohen dari partai Yesh Atid nyalain pemerintah karena dianggap ngelola perang dengan kacau. Katanya, banyak nyawa bisa hilang bukan karena musuh, tapi karena kelalaian dari dalam.

Dari pelatihan tentara muda yang minim, pasukan cadangan yang nggak siap, sampai maksa tentara yang lagi trauma tetap turun ke medan perang. Semua dikecam.

Yisrael Ziv, eks kepala operasi militer, ikut nimbrung.

“Kebijakan kayak gini justru ngerusak integritas tentara dan bikin krisis moral makin parah.”
Bahkan, ini bisa bawa dampak sosial besar di tubuh militer.

Rakyat Udah Capek

Alon Ben-David juga bilang warga Israel mulai kehilangan rasa percaya. Banyak yang ngerasa perang ini udah nggak jelas tujuannya.

“Kayak dibuat cuma buat nyenengin kelompok kecil pecandu perang,” katanya. Pedes.

Almog Boker dari Kanal 12 bahkan ngutip pesan terakhir perwira Brigade Golani yang gugur.

Pesannya? Penuh kecewa: banyak orang cuek, nggak mau bagi beban. Sementara mereka yang di medan perang terus ngorbanin nyawa.

Baca Juga: Handala Berlayar! Freedom Flotilla Kirim Misi Harapan Menuju Gaza

Baca Juga: Jeritan Sunyi Anak Gaza, Ribuan Tersungkur karena Lapar, Dunia Masih Membisu

Amnon Abramovich, analis senior, lebih tajam lagi.

Ia nuding pemerintah sengaja “nyeret” tentara buat kepentingan politik kayak ngusir warga Palestina, demi kekuasaan.

“Kalau ini terus lanjut, Israel bisa kalah total—bukan cuma di medan perang, tapi juga di ekonomi, sosial, dan diplomatik.” ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *