Militer Israel Akui Gagal Cegat Rudal Iran, Ini Dampaknya. (Poto: ist/ist)
LINTASSRIWIJAYA.COM — Militer Israel mengungkapkan bahwa sistem pertahanan udaranya gagal mencegat sekitar 5 hingga 10 persen rudal balistik yang ditembakkan Iran sejak pecahnya konflik bersenjata antara kedua negara. Ini merupakan data resmi pertama yang dirilis militer Israel terkait eskalasi terbaru tersebut.
Dalam laporan yang dikutip The Jerusalem Post, militer Israel mengklaim berhasil menembak jatuh antara 80 hingga 90 persen rudal yang diluncurkan Iran. Namun, sejumlah rudal tetap berhasil menembus pertahanan dan menghantam beberapa target penting, menyebabkan kerusakan besar serta jatuhnya korban jiwa.
Baca Juga: Serangan Rudal Iran Hancurkan Permukiman di Tel Aviv, 1.500 Warga Israel Kehilangan Tempat Tinggal
Baca Juga: Iran Serang Israel dengan 400 Rudal dan Ratusan Drone, Sistem Iron Dome Dipertanyakan
Militer Israel menyatakan terus melakukan penyesuaian strategi dan mempelajari pola serangan Iran, yang disebut juga terus beradaptasi untuk mengakali sistem pertahanan Israel.
Israel sendiri memiliki sistem pertahanan udara berlapis yang sangat canggih dengan nilai miliaran dolar. Sistem ini mencakup Iron Dome sebagai komponen utama, serta Arrow, David’s Sling, dan Iron Beam—masing-masing dengan fungsi dan jangkauan berbeda.
Sejak awal konflik, Iran membalas serangan udara Israel dengan menembakkan rudal balistik ke berbagai kota besar, termasuk Tel Aviv dan Haifa. Serangan juga dilaporkan menyasar wilayah Beersheba di selatan Israel.
Meskipun sebagian besar proyektil berhasil dicegat, sejumlah rudal tetap mengenai sasaran, menyebabkan kehancuran yang cukup mengejutkan para pengamat militer. Beberapa rekaman video memperlihatkan kegagalan sistem pertahanan Israel dalam mencegat rudal sebelum jatuh dan meledak.
Pada Senin malam, sekitar 40 rudal balistik diluncurkan dalam satu gelombang serangan. Militer Israel melaporkan bahwa serangan tersebut menimbulkan korban jiwa.
Baca Juga: Iran Siap Berunding dengan AS soal Gencatan Senjata dan Nuklir, Kecuali dengan Israel
Baca Juga: Iran Bantah Keras Laporan Mediasi dengan Negara Teluk soal Perang dengan Israel
Sebagai tanggapan, Israel menyatakan bahwa serangan pendahuluan (preemptive strike) ke wilayah Iran merupakan strategi terbaik, mengingat tidak semua rudal dapat dicegat secara efektif.
Pada hari yang sama, militer Israel mengklaim telah menghancurkan sepertiga peluncur rudal permukaan-ke-permukaan milik Iran, serta puluhan aset militer penting lainnya.
Otoritas Israel juga mengimbau warganya untuk segera berlindung di ruang aman atau tangga darurat setiap kali sirene peringatan berbunyi. Menurut pihak berwenang, sebagian besar korban tewas adalah mereka yang tidak sempat menyelamatkan diri ke tempat perlindungan. ***
