Paus Leo XIV Serukan Gencatan Senjata Usai Serangan Israel ke Gereja Katolik di Gaza

Paus Leo XIV Serukan Gencatan Senjata Usai Serangan Israel ke Gereja Katolik di Gaza

Paus Leo XIV Serukan Gencatan Senjata Usai Serangan Israel ke Gereja Katolik di Gaza. (Poto: ist/isabella Bonotto – Anadolu Agency)

LINTASSRIWIJAYA.COM – Paus Leo XIV kembali menyerukan gencatan senjata segera di Jalur Gaza, menyusul serangan militer Israel yang mengenai sebuah gereja Katolik yang tengah menampung warga sipil.

Seruan tersebut disampaikan dalam telegram resmi yang ditandatangani oleh Kardinal Pietro Parolin, Sekretaris Negara Vatikan, sebagaimana dilaporkan kantor berita Anadolu pada Kamis (18/7/2025).

Baca Juga: PM Italia: Serangan Israel ke Gereja Katolik Gaza Gak Bisa Ditolerir!

Baca Juga: Gereja Katolik Satu-satunya di Gaza Diserang Israel, 2 Tewas dan Pastor Terluka

Gereja Keluarga Kudus (Church of the Holy Family) di Gaza—satu-satunya gereja Katolik di wilayah tersebut—dilaporkan menjadi sasaran serangan saat berlangsungnya operasi militer Israel.

Sejak konflik meletus pada Oktober 2023, gereja ini telah menjadi tempat perlindungan bagi lebih dari 500 warga sipil, baik Kristen maupun Muslim, yang kehilangan tempat tinggal akibat serangan.

Dalam pernyataannya, Paus mengaku “sangat berduka” atas peristiwa tersebut, dan menyampaikan harapannya yang mendalam akan “dialog, rekonsiliasi, dan perdamaian yang langgeng di kawasan.”

Paus juga secara khusus menyampaikan keprihatinan kepada Pastor Gabriel Romanelli, imam paroki setempat, yang turut menjadi korban luka ringan dalam insiden tersebut.

Baca Juga: Distribusi Bantuan di Gaza Lumpuh Total, UNRWA Desak Sistem Lama Diaktifkan Kembali

Baca Juga: Penulis Israel: Perang Gaza Tak Boleh Berakhir, Israel Bisa Jadi Negara Terbuang

Pastor Romanelli dilaporkan mengalami cedera di bagian kaki dan tengah dirawat di Rumah Sakit Al-Ahli, Gaza City.

“Dengan menyerahkan jiwa para korban ke dalam kasih dan belas kasih Tuhan Yang Maha Pengasih, saya mendoakan penghiburan bagi mereka yang berduka dan kesembuhan bagi yang terluka,” demikian kutipan pernyataan Paus dalam telegram tersebut.

Selama agresi militer Israel di Jalur Gaza sejak Oktober 2023, sejumlah rumah ibadah dilaporkan ikut menjadi sasaran, termasuk Gereja Baptis Gaza dan Gereja Ortodoks Yunani Saint Porphyrius—yang dikenal sebagai gereja tertua di Gaza dan ketiga tertua di dunia.

Hingga pertengahan Juli 2025, jumlah korban jiwa akibat serangan di Gaza telah mencapai hampir 58.600 orang, mayoritas adalah perempuan dan anak-anak. Seruan internasional untuk gencatan senjata hingga kini belum mendapat respons dari pihak Israel.

Pada November 2024, Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) telah mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant, atas tuduhan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Baca Juga: Kapal Hanzala Tiba di Italia, Siap Lanjutkan Misi Tembus Blokade Gaza

Baca Juga: Gaza di Ambang Kiamat Kemanusiaan: Rumah Sakit Kolaps, Anak-anak Terancam Nyawa

Selain itu, Israel juga tengah menghadapi gugatan genosida di Mahkamah Internasional (ICJ) terkait operasi militernya di Gaza. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *