PBB Sebut 1 dari 3 Warga Gaza Tak Makan Berhari-Hari, Israel Diduga Halangi Bantuan

PBB Sebut 1 dari 3 Warga Gaza Tak Makan Berhari-Hari, Israel Diduga Halangi Bantuan

PBB Sebut 1 dari 3 Warga Gaza Tak Makan Berhari-Hari, Israel Diduga Halangi Bantuan. (Poto: ist/dok aljazeera.net)

LINTASSRIWIJAYA.COM — Guys, ini serius banget! PBB baru aja ngasih warning pedas: hampir 1 dari 3 warga Gaza udah nggak makan selama berhari-hari. Iya, kamu nggak salah baca—kelaparan massal udah di depan mata.

Dalam briefing harian yang diadakan Senin kemarin, juru bicara PBB, Stéphane Dujarric, blak-blakan menuding Israel jadi penghalang utama distribusi bantuan kemanusiaan.

Baca Juga: Kapal Hanzala Siap Berlayar ke Gaza: Misi Kemanusiaan untuk Anak-anak yang Terluka

Baca Juga: Komisi Eropa: Tidak Ada Bukti Hamas Curi Bantuan di Gaza

“Israel, sebagai kekuatan pendudukan, menolak 3 dari 8 permintaan koordinasi bantuan kemanusiaan kita cuma dalam satu hari,” tegasnya, seperti dilansir Anadolu.

“Bayangin, tim kami mau nganterin bantuan buat warga yang kelaparan, tapi malah ditolak mentah-mentah. Gimana mau nolong kalau aksesnya aja diblokir?” lanjut Dujarric dengan nada kecewa.

Nggak cuma itu, PBB juga menuntut Israel untuk:

Buka semua jalur penyeberangan buat bantuan kemanusiaan,

Fasilitasi akses penuh buat tim kemanusiaan,

Lindungi warga sipil sesuai hukum internasional.

Yang paling bikin nyesek, bahan bakar—yang jadi “garis hidup” buat rumah sakit, air bersih, dan komunikasi—juga ikutan tersendat. Dujarric tegas minta distribusinya nggak boleh ditunda-tunda lagi.

Baca Juga: Ribuan Bayi Gaza Lapar dan Tak Punya Ibu: Setiap Menit Bisa Jadi Nafas Terakhir Mereka!

Baca Juga: Ini Bukan Film, Ini Gaza: 700.000 Ribu Warga Mengungsi, Gaza Terancam Kelaparan dan Blackout

Situasi Gaza makin parah. PBB minta dunia jangan tutup mata. Akses kemanusiaan harus dibuka sekarang juga, atau jutaan nyawa bisa terancam.

“Ini bukan cuma soal politik. Ini soal hidup dan mati,” tutup Dujarric. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *