LINTASSRIWIJAYA.COM — Pelapor Khusus PBB untuk Wilayah Palestina yang Diduduki, Francesca Albanese, menyerukan penghentian segera atas blokade brutal di Jalur Gaza. Ia menegaskan, tekanan untuk mengakhirinya harus datang dari komunitas internasional.
Dalam wawancara eksklusif dengan Al Jazeera, Kamis (3/7), dari Jenewa, Albanese menuding skema bantuan kemanusiaan yang dijalankan melalui apa yang disebut sebagai “Organisasi Kemanusiaan Gaza” sebagai sebuah jebakan yang merendahkan martabat manusia.
Baca Juga: Elite Arab Dinilai Gagal Tanggapi Genosida Gaza Secara Strategis
Baca Juga: Hamas Gelar Konsultasi Nasional Bahas Usulan Gencatan Senjata: “Demi Rakyat, Demi Gaza”
“Ini bukan lagi soal politik. Kita sedang berbicara tentang kebutuhan mendesak untuk menghentikan kekerasan di Gaza, pengusiran paksa, dan aneksasi Yerusalem Timur,” tegasnya.
Ia menyebut, sistem bantuan saat ini justru bertentangan dengan prinsip-prinsip kemanusiaan dan tampak “sadistik”. Dalam laporannya di hadapan Dewan Hak Asasi Manusia PBB, Albanese menyatakan tanpa tedeng aling-aling bahwa tindakan militer Israel di Gaza merupakan bentuk genosida.
Albanese menyerukan embargo senjata global terhadap Israel, serta pemutusan hubungan dagang dan keuangan oleh negara dan korporasi internasional. Ia menyoroti keterlibatan perusahaan-perusahaan besar yang meraup keuntungan dari perang.
“Ada perusahaan yang justru mencatatkan kenaikan keuntungan hingga 120 persen — dengan total laba mencapai 70 miliar dolar AS,” ungkapnya.
Baca Juga: Laporan PBB Ungkap 60 Perusahaan Dukung Genosida Gaza, Termasuk Microsoft dan Google
Baca Juga: Gaza Membara: 92 Tewas, 45 Di Antaranya Gugur Saat Mengantre Bantuan
Lebih jauh, ia mengungkap bahwa perusahaan-perusahaan senjata dunia telah menyuplai Israel dengan 35 ribu ton bahan peledak yang kemudian dijatuhkan ke Gaza — jumlah yang disebutnya setara enam kali kekuatan bom atom Hiroshima.
“Ini bukan perang. Ini adalah kampanye genosida. Satu-satunya jalan keluar adalah ketaatan global terhadap hukum internasional sebagaimana ditegaskan Mahkamah Internasional,” katanya lantang.
Albanese juga menyerukan kepada lebih dari seribu perusahaan di seluruh dunia untuk menghentikan semua bentuk kerja sama bisnis dengan Israel — atau bersiap menghadapi tuntutan hukum internasional.
Baca Juga: Bom Buatan AS Tewaskan 33 Warga Gaza: Seorang Bayi, Seniman, dan Petinju Perempuan Jadi Korban
Baca Juga: Gaza Menjerit: Rumah Sakit Lumpuh, Anak-anak Mati, Dunia Diam
Di akhir laporannya, ia menegaskan bahwa menghentikan genosida di Gaza bukan hanya tanggung jawab negara, tapi juga kewajiban moral dan hukum bagi korporasi yang terlibat.
“Dunia tidak bisa lagi berpaling. Diam berarti ikut serta,” pungkasnya. ***
