LINTASSRIWIJAYA.COM — Upaya perundingan gencatan senjata antara Hamas dan Israel kembali menemui jalan buntu. Hal ini disampaikan oleh pejabat senior Hamas, Mahmoud Mardawi, pada Ahad (30/6), yang menuding Israel masih bersikeras melanjutkan agresi militernya di Jalur Gaza.
“Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, terus menolak menghentikan perang kriminal yang menyasar warga sipil tak berdosa di Gaza,” ujar Mardawi dalam pernyataannya.
Baca Juga: 97 Warga Palestina Tewas dalam Serangan Udara Israel di Gaza, Sekolah Pengungsi Jadi Target
Baca Juga: Netanyahu Gelar Pertemuan Keamanan di Tengah Desakan Trump untuk Akhiri Perang Gaza
Mardawi menegaskan bahwa dua syarat mutlak yang tidak bisa ditawar oleh Hamas adalah penghentian total agresi militer dan pembukaan akses bantuan kemanusiaan ke Gaza.
Ia juga menyoroti bahwa Israel mencoba memaksakan syarat-syarat yang dinilai merongrong kedaulatan rakyat Palestina, termasuk tuntutan pelucutan senjata kelompok perlawanan. Menurutnya, tuntutan tersebut telah ditolak tegas oleh Hamas.
“Senjata perlawanan adalah bagian dari perjuangan untuk mengakhiri pendudukan Israel, dan tidak akan pernah menjadi bagian dari proses negosiasi,” tambahnya.
Baca Juga: Di Gaza, Mencari Tepung adalah Perjuangan Antara Hidup dan Mati
Baca Juga: Perlawanan Palestina Guncang Militer Israel, Analis: Medan Tempur Gaza Kian Terbuka
Mardawi menutup pernyataan dengan menegaskan sikap nasional Hamas yang, menurutnya, tetap berkomitmen pada perlindungan rakyat Palestina, penghentian perang, serta pembukaan koridor aman bagi pengiriman bantuan kemanusiaan. ***

