PRABUMULIH, LINTASSRIWIJAYA.COM – Aksi oknum polisi lalu lintas yang diduga memeras sopir angkutan umum dan truk di Jalan Lingkar Kota Prabumulih, Sumatera Selatan, viral di media sosial.
Warganet mengecam keras tindakan tersebut dan mendesak agar ada langkah nyata dalam memberantas praktik pungli yang dilakukan aparat di jalan raya.
Baca Juga: Viral Dugaan Percobaan Penculikan Anak di Muratara, Polisi Selidiki, Suara Tembakan Gegerkan Warga
Baca Juga: Viral! Diduga Pelaku Pencurian Hewan Ternak Diarak Warga di Musi Rawas, Polisi Turun Tangan
Dalam video berdurasi 30 detik yang beredar, terlihat seorang polisi meminta uang setoran dari sopir angkutan yang tengah melintas di lokasi tersebut.
Perekam video menyebut bahwa mobil mereka dihentikan oleh polisi lalu lintas untuk dimintai jatah setoran.
Sopir angkutan dalam video tampak dipaksa turun dan mendatangi mobil dinas patroli milik Satlantas Polres Prabumulih dengan pelat nomor V 4033-39 dan nomor registrasi kaca H-123.
Ia kemudian memberikan uang kepada dua polisi yang berada di dalam mobil tersebut.
Kapolres Prabumulih, AKBP Bobby Kusumawardana, kepada wartawan pada Rabu (9/7/2025), mengakui bahwa polisi yang terekam dalam video tersebut merupakan anggotanya. Ia menyebut saat ini oknum tersebut tengah diperiksa oleh Divisi Propam.
Baca Juga: Viral di Media Sosial, Pelaku Pungli di Bungamas Ditangkap Polisi, Ini Identitasnya!
Baca Juga: Sopir Batubara Dibacok oleh Pelaku Pungli di Jalinsum OKU, Pelaku Residivis Curat Diringkus
Bobby menjelaskan bahwa insiden pemalakan itu terjadi pada Senin (6/7/25) sekitar pukul 16.45 WIB, dan dilakukan oleh anggota Satlantas Polres Prabumulih.
“Kita akan berikan sanksi tegas kepada anggota tersebut tentunya berdasarkan hasil sidang kode etik,” kata Bobby.
Ia menambahkan bahwa Divisi Propam Polres Prabumulih sudah menghubungi sopir dan kenek angkutan yang menjadi korban untuk dimintai keterangan.
“Sopirnya telah kita hubungi dan saat ini tengah berada di Pulau Jawa.” ungkapnya.
Bobby juga mengingatkan seluruh jajarannya untuk menjaga nama baik institusi kepolisian.
“Jika tidak memiliki prestasi, maka setidaknya tidak membuat malu nama institusi Polri,” katanya.
Menurutnya, masyarakat saat ini semakin kritis dan dapat langsung mengawasi kinerja polisi melalui teknologi yang terhubung ke media sosial. Ia meminta seluruh anggota untuk menghindari segala bentuk pelanggaran. ***
