Populasi Gaza Turun 10 Persen, Anak Muda Jadi Korban Terbanyak: Dunia Diam, Gaza Hancur Perlahan

Populasi Gaza Turun 10 Persen, Anak Muda Jadi Korban Terbanyak: Dunia Diam, Gaza Hancur Perlahan

Populasi Gaza Turun 10 Persen, Anak Muda Jadi Korban Terbanyak: Dunia Diam, Gaza Hancur Perlahan. (Poto: ist/dok aljazeera.net)

LINTASSRIWIJAYA.COM — Gaza kini nyaris jadi kota hantu. Sejak agresi brutal Israel dimulai Oktober 2023, jumlah penduduk Jalur Gaza menyusut drastis hingga 10 persen. Tapi ini bukan cuma soal angka.

Ini soal ribuan nyawa yang dipaksa pergi terlalu cepat—kebanyakan dari mereka adalah anak-anak dan remaja.

Baca Juga: Bantuan Berdarah, 80% Korban di Gaza Adalah Anak Muda, Bukan Sembako yang Datang, Tapi Maut

Baca Juga: Anak-Anak Tertidur dalam Reruntuhan: 47 Nyawa Warga Gaza Direnggut Tanpa Ampun

Menurut data terbaru dari Biro Pusat Statistik Palestina yang dirilis Kamis (11/7/2025), Gaza sedang terjerembab dalam apa yang mereka sebut sebagai “bencana kemanusiaan dan demografis yang belum pernah terjadi sepanjang sejarah.”

Lebih dari 57.000 warga Palestina gugur sejak konflik meletus. Dari jumlah itu, 18.000 adalah anak-anak, dan 12.000 lainnya perempuan.

Setara dengan 2,4 persen populasi Gaza. Tapi ini lebih dari sekadar statistik. Di balik setiap angka, ada mimpi yang tak sempat tumbuh, ada keluarga yang kehilangan pijakan.

“Yang kita lihat bukan lagi perang. Ini pembantaian,” ujar seorang relawan medis di Gaza, matanya sembab dan tangannya masih berlumuran debu dari reruntuhan.

Hampir 100.000 orang meninggalkan Gaza—entah lari, entah dipaksa pergi, entah karena tak tahan lagi hidup di tanah yang setiap hari dihujani bom dan rasa takut. Gaza yang dulunya dihuni lebih dari 2,2 juta jiwa, kini menyusut menjadi sekitar 2,1 juta jiwa, dan angka itu terus menurun.

Lebih mengerikan lagi, struktur usia penduduk pun ikut hancur. Anak-anak dan remaja, yang seharusnya jadi masa depan Gaza, malah jadi target utama serangan. Ini bukan hanya pembunuhan fisik. Ini pembunuhan harapan, pembunuhan masa depan.

Baca Juga: Krisis Bahan Bakar Ancam Lumpuhkan RS Al-Shifa di Gaza: “Bukan Bom, Tapi Blokade yang Membunuh”

Baca Juga: Bayi Kembar Gaza Korban Kelaparan: Satu Tewas, Satu Bertahan Hidup

Dunia internasional seolah diam, walau Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) sudah keluarkan surat penangkapan untuk Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant atas dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Israel juga tengah diadili di Mahkamah Internasional (ICJ) atas dugaan genosida. Tapi selama dunia masih sibuk berpolemik di ruang rapat dan bukan di reruntuhan rumah warga Gaza, penderitaan ini hanya akan terus mengalir seperti darah di jalanan Sabra, Khan Younis, dan Deir el-Balah.

Gaza menangis. Tapi siapa yang benar-benar mendengarnya?. ***

Baca Juga: Brigade Al-Qassam Klaim Tewaskan Tentara Israel dan Rebut Senjata dalam Serangan di Gaza Selatan

Baca Juga: Hamas Siap Bebaskan 10 Sandera, Gencatan Senjata Gaza Kian Dekat?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *