Presiden Suriah Terima Dukungan Regional, 11 Negara Kecam Serangan Israel

Presiden Suriah Terima Dukungan Regional, 11 Negara Kecam Serangan Israel

Presiden Suriah Terima Dukungan Regional, 11 Negara Kecam Serangan Israel. (Poto: ist/dok aljazeera.net)

LINTASSRIWIJAYA.COM – Presiden Suriah, Ahmad Al-Sharaa, menerima sambungan telepon dari tiga pemimpin besar kawasan pada Kamis malam (17/7/2025).

Mereka adalah Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman, Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan, dan Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani.

Baca Juga: Slovenia Nyatakan Dua Menteri Israel Sebagai Persona Non Grata Imbas Tragedi Gaza

Baca Juga: Paus Leo XIV Serukan Gencatan Senjata Usai Serangan Israel ke Gereja Katolik di Gaza

Dalam pernyataan resmi yang dirilis Kantor Kepresidenan Suriah, ketiga pemimpin tersebut membahas perkembangan situasi terkini, khususnya di wilayah selatan Suriah yang sedang dilanda ketegangan dan kekerasan.

Mereka menegaskan dukungan penuh terhadap Suriah dalam menghadapi masa-masa sulit, serta menyatakan penolakan terhadap segala bentuk campur tangan asing dalam urusan internal negara tersebut.

Lebih lanjut, ketiganya juga mengecam keras serangan udara berulang yang dilakukan Israel terhadap wilayah Suriah. Mereka menyatakan penolakan tegas atas pelanggaran terhadap kedaulatan Suriah dan menekankan pentingnya menjaga persatuan wilayah serta otoritas penuh pemerintah atas seluruh tanah Suriah.

11 Negara Kecam Serangan Israel

Sehari sebelumnya, sebanyak 11 negara Arab dan regional—yaitu Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab, Bahrain, Oman, Kuwait, Yordania, Irak, Lebanon, Mesir, dan Turki—mengeluarkan pernyataan bersama yang mengecam serangan udara Israel ke Damaskus dan wilayah Suriah lainnya.

Baca Juga: PM Italia: Serangan Israel ke Gereja Katolik Gaza Gak Bisa Ditolerir!

Baca Juga: Gereja Katolik Satu-satunya di Gaza Diserang Israel, 2 Tewas dan Pastor Terluka

Pernyataan tersebut menolak segala bentuk intervensi asing di Suriah, termasuk agresi militer Israel yang disebut dilakukan dengan dalih melindungi komunitas Druze.

Mereka menyebut aksi tersebut sebagai pelanggaran nyata terhadap kedaulatan Suriah dan pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional.

Ke-11 negara tersebut juga menyampaikan dukungan penuh terhadap keamanan, kesatuan, stabilitas, dan kedaulatan Suriah.

Mereka menyambut baik tercapainya kesepakatan gencatan senjata pada Rabu malam terkait situasi di Provinsi Suweida.

Pernyataan itu menekankan pentingnya implementasi penuh terhadap isi kesepakatan, serta memuji komitmen Presiden Suriah Ahmad Al-Sharaa dalam upayanya menindak tegas pihak-pihak yang bertanggung jawab atas pelanggaran terhadap warga sipil di Suweida.

Baca Juga: Distribusi Bantuan di Gaza Lumpuh Total, UNRWA Desak Sistem Lama Diaktifkan Kembali

Baca Juga: Penulis Israel: Perang Gaza Tak Boleh Berakhir, Israel Bisa Jadi Negara Terbuang

Kementerian Luar Negeri Arab Saudi menjelaskan bahwa pernyataan bersama tersebut merupakan hasil dari serangkaian pembicaraan intensif selama dua hari antara para menteri luar negeri dari 11 negara tersebut.

Sebagaimana diketahui, Provinsi Suweida dalam beberapa hari terakhir menjadi medan pertempuran sengit antara kelompok bersenjata lokal. Laporan menyebutkan ratusan korban jiwa dan luka dalam konflik yang melibatkan komunitas Druze dan suku Badui. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *