LINTASSRIWIJAYA.COM — Stasiun televisi Al Jazeera menayangkan rekaman eksklusif yang memperlihatkan serangan kompleks dan terencana yang dilancarkan oleh pejuang Saraya Al-Quds, sayap militer Gerakan Jihad Islam Palestina, terhadap pasukan Israel di kawasan Al-Shujaiya, sebelah timur Kota Gaza, Rabu pekan lalu.
Dalam tayangan tersebut, Saraya Al-Quds memulai serangan dengan meledakkan ladang ranjau yang telah dipasang sebelumnya di jalur konvoi kendaraan lapis baja Israel.
Baca Juga: Pelapor Khusus PBB: Blokade Gaza Harus Diakhiri, Skema Bantuan Adalah Jebakan Sadistik
Baca Juga: Elite Arab Dinilai Gagal Tanggapi Genosida Gaza Secara Strategis
Usai ledakan, mereka meluncurkan roket anti-tank ke kompartemen komando sebuah tank Israel, serta menembakkan peluru penghancur ke rumah-rumah yang digunakan tentara Israel sebagai tempat berlindung.
Serangan itu juga mencakup baku tembak jarak dekat dengan pasukan khusus Israel. Pasukan Israel kemudian memanggil helikopter militer untuk mengevakuasi korban tewas dan luka.
Rekaman Al Jazeera menunjukkan proses persiapan ladang ranjau yang terdiri dari enam alat peledak anti-tank, serta momen ledakan saat kendaraan Israel melintasinya.
Setelahnya, pasukan Israel merespons dengan tembakan perlindungan dan menyebar asap untuk menutupi pergerakan.
Baca Juga: Hamas Gelar Konsultasi Nasional Bahas Usulan Gencatan Senjata: “Demi Rakyat, Demi Gaza”
Baca Juga: Laporan PBB Ungkap 60 Perusahaan Dukung Genosida Gaza, Termasuk Microsoft dan Google
Video juga menampilkan pembangunan terowongan bawah tanah selama tiga hari oleh Saraya Al-Quds, yang digunakan untuk mendekati sasaran dan menembakkan roket RPG ke arah kompartemen tank.
Dalam adegan lain, tampak tentara Israel melarikan diri dan berlindung di rumah-rumah di sekitar lokasi baku tembak.
Salah satu rumah, yang dihuni 10 tentara, menjadi sasaran roket berpemandu “107” dan terbakar. Rumah lain yang ditempati sekitar 20 tentara dan perwira dihantam roket “TBG” dan senjata ringan, yang juga menyebabkan kebakaran.
Target 40 Tentara dan Perwira Israel
Dalam pernyataan yang diterima Al Jazeera, komandan lapangan Saraya Al-Quds mengungkapkan bahwa sekitar 40 tentara dan perwira Israel menjadi target dalam operasi ini, sebagian besar di antaranya diklaim tewas atau terluka.
Baca Juga: Gaza Membara: 92 Tewas, 45 Di Antaranya Gugur Saat Mengantre Bantuan
Baca Juga: Bom Buatan AS Tewaskan 33 Warga Gaza: Seorang Bayi, Seniman, dan Petinju Perempuan Jadi Korban
Ia mengatakan bahwa operasi tersebut dirancang berdasarkan observasi intensif di medan tempur, dan menyebut pasukan Israel kehilangan kendali serta panik saat menghadapi serangan. Komandan itu juga mengklaim pejuangnya menemukan jenazah tentara dan perwira Israel yang hangus terbakar, dan menuduh militer Israel menyembunyikan jumlah korban mereka.
Korban di Pihak Israel Terus Bertambah
Dalam beberapa pekan terakhir, Saraya Al-Quds gencar mempublikasikan video operasi mereka terhadap pasukan dan kendaraan Israel di Gaza, baik di wilayah utara maupun selatan.
Radio Tentara Israel sebelumnya melaporkan bahwa sejak dimulainya kembali serangan darat pada 18 Maret 2024, sedikitnya 30 tentara dan perwira Israel tewas, termasuk 21 korban akibat ledakan alat peledak.
Sementara itu, harian Haaretz menyebutkan bahwa 20 tentara Israel tewas sepanjang Juni 2025.
Baca Juga: Gaza Menjerit: Rumah Sakit Lumpuh, Anak-anak Mati, Dunia Diam
Pada Jumat ini, media Israel lainnya juga melaporkan tiga kematian tambahan dalam bentrokan yang terjadi di wilayah utara dan selatan Jalur Gaza. ***

