LINTASSRIWIJAYA.COM – Drama di medan perang Gaza makin absurd. Data terbaru dari Radio Tentara Israel (Jumat, 5/7/2025) nunjukin kalau at least 31 tentara Israel tewas gara-gara salah tembak alias friendly fire sejak invasi darat dimulai Oktober 2023.
Total ada 72 kematian tentara dalam insiden operasional — dan 31 di antaranya tewas karena ditembak temannya sendiri. Sisanya?
Baca Juga: Pelapor Khusus PBB: Blokade Gaza Harus Diakhiri, Skema Bantuan Adalah Jebakan Sadistik
Baca Juga: Elite Arab Dinilai Gagal Tanggapi Genosida Gaza Secara Strategis
23 tewas gara-gara insiden amunisi,
7 ketabrak kendaraan lapis baja (seriusan?),
6 lainnya tewas dalam penembakan yang nggak dijelaskan detailnya.
Dari 440 tentara Israel yang tewas sejak operasi dimulai, sekitar 16% meninggal bukan karena lawan, tapi karena blunder dari pasukan sendiri. Parah, kan?
Sejak Israel lanjut lagi nyerang Gaza per 18 Maret 2024, dua tentara dari 32 yang gugur, juga masuk kategori korban insiden operasional. Ditambah, ada 5 tentara tewas gara-gara kecelakaan kerja kayak jatuh atau salah ngoperasikan alat berat militer.
Baca Juga: Hamas Gelar Konsultasi Nasional Bahas Usulan Gencatan Senjata: “Demi Rakyat, Demi Gaza”
Baca Juga: Laporan PBB Ungkap 60 Perusahaan Dukung Genosida Gaza, Termasuk Microsoft dan Google
Oh iya, total korban tewas dari pihak Israel sejak perang meletus 7 Oktober 2023:
882 tentara tewas
6.032 lainnya luka-luka
Sementara itu di pihak Palestina, korban jiwa jauh lebih ngeri. Kementerian Kesehatan Gaza catat lebih dari 57.000 warga Palestina tewas, mayoritas perempuan dan anak-anak.
Meski dunia udah ribut minta gencatan senjata, Israel masih on fire terus. Bahkan, ICC (Mahkamah Pidana Internasional) udah ngeluarin surat penangkapan buat PM Benjamin Netanyahu dan eks Menhan Yoav Gallant karena dugaan war crimes dan kejahatan kemanusiaan.
Baca Juga: Gaza Membara: 92 Tewas, 45 Di Antaranya Gugur Saat Mengantre Bantuan
Nggak cuma itu, Israel juga digugat ke Mahkamah Internasional (ICJ) atas tuduhan genosida di Gaza.
Konflik makin panjang, korban makin banyak. Dan tragedi terus berulang. ***

