Satu Kelas Anak Hilang Tiap Hari di Gaza: Fakta Mengguncang Dunia dari PBB

Satu Kelas Anak Hilang Tiap Hari di Gaza: Fakta Mengguncang Dunia dari PBB

Satu Kelas Anak Hilang Tiap Hari di Gaza: Fakta Mengguncang Dunia dari PBB[. (Poto: Dawoud Abo Alkas – Anadolu Agency)

LINTASSRIWIJAYA.COM — Dunia kembali dibuat terdiam. Di tengah gemuruh sidang Dewan Keamanan PBB, Kamis (17/7/2025), terungkap kenyataan mengiris hati: lebih dari 17.000 anak di Gaza tewas sejak perang dimulai.

Angka ini bukan sekadar statistik—ini adalah generasi yang dilenyapkan. Setiap hari, rata-rata 28 anak meregang nyawa.

Baca Juga: INH Kembali Kirim Bantuan ke Gaza, 600 Keluarga Dapat Paket Pangan

Baca Juga: Slovenia Nyatakan Dua Menteri Israel Sebagai Persona Non Grata Imbas Tragedi Gaza

“Ini setara dengan kehilangan satu kelas penuh murid setiap harinya selama dua tahun,” ucap Catherine Russell, Direktur Eksekutif UNICEF, dengan suara penuh tekanan.

Russell menegaskan bahwa anak-anak adalah korban paling rapuh dalam konflik ini. “Anak-anak bukan aktor politik. Mereka tidak memulai konflik, dan mereka tidak memiliki kekuatan untuk menghentikannya.

Namun merekalah yang paling menderita, dan mereka bertanya-tanya mengapa dunia telah gagal melindungi mereka,” tambahnya—kalimat yang seolah menampar nurani dunia.

Sementara itu, Tom Fletcher, Wakil Sekretaris Jenderal PBB, mengungkap fakta yang tak kalah mengerikan: Gaza sedang runtuh secara medis dan kemanusiaan.

“Dari 36 rumah sakit yang ada, hanya 17 yang masih berfungsi, itu pun secara parsial. Hal yang sama terjadi pada pusat layanan kesehatan primer, di mana hanya 63 dari 170 yang masih beroperasi sebagian—padahal korban terus berdatangan setiap hari,” beber Fletcher.

Baca Juga: Paus Leo XIV Serukan Gencatan Senjata Usai Serangan Israel ke Gereja Katolik di Gaza

Baca Juga: PM Italia: Serangan Israel ke Gereja Katolik Gaza Gak Bisa Ditolerir!

Setengah dari alat medis rusak. Bahan bakar krisis. Ambulans dan IGD terancam lumpuh. Di tengah suasana yang makin putus asa, Fletcher menyoroti bahaya kelaparan ekstrem. Lebih dari 5.800 anak menderita malnutrisi akut hanya dalam bulan Juni.

Dan tragedi itu belum berakhir…

“Pekan lalu, di tengah krisis kelaparan ini, perempuan dan anak-anak menjadi korban serangan saat sedang mengantre untuk mendapatkan suplemen makanan yang diperlukan agar tetap hidup,” ungkap Fletcher, seakan dunia ini benar-benar kehilangan akal. ***

Baca Juga: Gereja Katolik Satu-satunya di Gaza Diserang Israel, 2 Tewas dan Pastor Terluka

Baca Juga: Penulis Israel: Perang Gaza Tak Boleh Berakhir, Israel Bisa Jadi Negara Terbuang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *