Serangan Israel di Gaza Tewaskan 34 Warga Palestina, Mayoritas Tengah Antre Bantuan

Serangan Israel di Gaza Tewaskan 34 Warga Palestina, Mayoritas Tengah Antre Bantuan

Gempuran Israel Tewaskan Sedikitnya 34 Warga Palestina di Gaza. (Poto: ist/ist)

Gempuran Israel Tewaskan Sedikitnya 34 Warga Palestina di Gaza. (Poto: ist/ist)

LINTASSRIWIJAYA.COM — Sedikitnya 34 warga Palestina dilaporkan gugur dalam serangan militer Israel di Jalur Gaza sejak fajar, Jumat (20/6/2025), menurut keterangan sumber medis dari sejumlah rumah sakit di wilayah tersebut.

Dari jumlah tersebut, 23 di antaranya adalah warga sipil yang sedang menunggu distribusi bantuan kemanusiaan.

Baca Juga: Iran Ubah Struktur Kekuasaan, IRGC Kini Pegang Kendali Politik dan Militer

Baca Juga: Militer Israel Akui Gagal Cegat Rudal Iran, Ini Dampaknya

Sumber dari Rumah Sakit Al-Awda menyampaikan kepada Al Jazeera bahwa para korban tewas dan luka-luka berasal dari kerumunan warga yang berkumpul di sekitar poros Netzarim, wilayah tengah Gaza. Mereka tengah mengantre bantuan ketika pasukan Israel melepaskan tembakan ke arah kerumunan.

Sehari sebelumnya, pada Kamis (19/6/2025), serangan udara Israel juga menewaskan sedikitnya 92 orang di Gaza. Sebanyak 64 korban berasal dari Kota Gaza dan wilayah utara, sementara 22 lainnya tewas saat menanti bantuan di wilayah tengah, menurut laporan sejumlah sumber medis.

Jurnalis Al Jazeera melaporkan bahwa jet-jet tempur Israel membombardir sebuah gedung apartemen di daerah Jabalia al-Balad, wilayah utara Gaza. Serangan tersebut menyebabkan puluhan warga gugur dan terluka, serta meratakan bangunan tersebut. Sejumlah rumah di sekitarnya juga mengalami kerusakan parah.

Tim penyelamat berhasil mengevakuasi beberapa jenazah dan korban luka ke Rumah Sakit Al-Ma’madani di Kota Gaza.

Sementara itu, kantor berita Anadolu melaporkan bahwa militer Israel kembali menargetkan warga Palestina yang sedang mengantre bantuan kemanusiaan pada Kamis dini hari. Insiden ini kembali menambah daftar panjang korban dari skema bantuan yang dijuluki warga sebagai “perangkap bantuan”.

Baca Juga: Serangan Rudal Iran Hancurkan Permukiman di Tel Aviv, 1.500 Warga Israel Kehilangan Tempat Tinggal

Baca Juga: Iran Serang Israel dengan 400 Rudal dan Ratusan Drone, Sistem Iron Dome Dipertanyakan

Menurut sumber medis, Rumah Sakit Al-Awda dan Rumah Sakit Syuhada al-Aqsha menerima puluhan jenazah dan korban luka. Mereka terkena tembakan dan ledakan saat berkumpul di sekitar pusat distribusi bantuan di kawasan poros Netzarim.

Sejumlah saksi mata mengatakan bahwa pasukan Israel di kawasan tersebut melepaskan tembakan senapan mesin ke arah ratusan warga, sebagian besar anak muda, yang sedang menunggu dibukanya pusat distribusi bantuan yang disponsori Amerika Serikat (AS). Selain tembakan, beberapa drone milik Israel juga menjatuhkan bom ke arah kerumunan warga, menimbulkan korban lebih banyak.

Data dari Kantor Media Pemerintah di Gaza mencatat bahwa sejak awal pelaksanaan skema distribusi bantuan yang dianggap sebagai “perangkap bantuan”, lebih dari 300 warga Palestina telah tewas dan sedikitnya 2.649 orang terluka. Sembilan orang lainnya masih dinyatakan hilang.

Sejak dimulainya perang pada 7 Oktober 2023, Israel—dengan dukungan penuh dari AS—dituduh melakukan genosida terhadap warga Gaza melalui pembunuhan massal, blokade pangan, penghancuran infrastruktur, dan pengusiran paksa.

Baca Juga: Iran Siap Berunding dengan AS soal Gencatan Senjata dan Nuklir, Kecuali dengan Israel

Lebih dari 185.000 warga Palestina menjadi korban jiwa maupun luka-luka dalam agresi tersebut, mayoritas merupakan perempuan dan anak-anak. Selain itu, lebih dari 11.000 orang masih hilang, ratusan ribu warga mengungsi, dan krisis kelaparan terus merenggut nyawa—termasuk anak-anak yang meninggal akibat kelaparan. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *