Serangan ke Israel Beberapa Jam Setelah Gencatan Senjata Berlaku, Iran Membantah Terlibat

Serangan ke Israel Beberapa Jam Setelah Gencatan Senjata Berlaku, Iran Membantah Terlibat

Serangan ke Israel Beberapa Jam Setelah Gencatan Senjata Berlaku, Iran Membantah Terlibat. (Poto: ist/dok aljazeera.net)

Serangan ke Israel Beberapa Jam Setelah Gencatan Senjata Berlaku, Iran Membantah Terlibat. (Poto: ist/dok aljazeera.net)

LINTASSRIWIJAYA.COM — Israel mengalami serangan roket baru hanya beberapa jam setelah gencatan senjata yang diumumkan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan disetujui oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mulai berlaku.

Sementara itu, televisi resmi Iran membantah laporan bahwa ada peluncuran roket dari Iran setelah gencatan senjata diberlakukan, dan menyebutnya sebagai informasi yang tidak benar.

Baca Juga: Kongres AS Geram, Trump Serang Fasilitas Nuklir Iran Tanpa Izin

Baca Juga: Perang Iran-Israel Meningkat: Serangan Balasan Iran Guncang Strategi Netanyahu

Saluran televisi Israel Channel 12 sebelumnya melaporkan bahwa dua roket diluncurkan dari Iran menuju wilayah utara Israel namun berhasil dicegat. Layanan medis darurat Israel menyatakan tidak ada korban jiwa, kecuali seorang pria yang mengalami luka saat berusaha menuju tempat perlindungan.

Ini merupakan serangan pertama setelah perjanjian gencatan senjata mulai diberlakukan pada pukul tujuh pagi waktu setempat.

Sebagai respons atas serangan ini, Menteri Pertahanan Israel Yisrael Katz mengatakan bahwa ia telah memerintahkan militer untuk “merespons dengan keras atas pelanggaran Iran terhadap gencatan senjata dengan serangan intensif ke jantung kota Teheran.”

Channel 12 juga mengutip pernyataan dari seorang sumber politik di kantor Netanyahu yang mengatakan bahwa “Iran telah melanggar gencatan senjata dan akan membayar harganya.”

Menteri Keuangan Israel juga mengancam akan melakukan pembalasan terhadap Iran, dan mengatakan bahwa “Teheran akan terguncang.”

Baca Juga: Iran Bantah Sepakati Gencatan Senjata dengan Israel, Araghchi: Belum Ada Kesepakatan

Baca Juga: Iran Koordinasikan Serangan Rudal ke Pangkalan AS di Qatar, Beri Peringatan Dini untuk Hindari Korban

Sementara itu, pemimpin Partai Yisrael Beiteinu, Avigdor Lieberman, mengatakan: “Tiga jam setelah Trump mengumumkan gencatan senjata, roket diluncurkan dari Iran. Ini tidak boleh dianggap sepele atau diabaikan. Harus ada respons segera.”

Sebaliknya, televisi nasional Iran menegaskan bahwa laporan mengenai peluncuran roket dari Iran setelah gencatan senjata adalah “tidak benar.”

Dewan Keamanan Nasional Iran menyatakan bahwa Teheran telah “memaksa Israel menyesal, mengakui kekalahan, dan menghentikan agresinya secara sepihak.” Mereka juga menegaskan bahwa angkatan bersenjata “dalam kondisi siaga penuh untuk memberikan respons tegas dan menyakitkan terhadap setiap tindakan permusuhan dari musuh.”

Sebelum gencatan senjata berlaku, Iran telah melancarkan enam serangan roket ke arah Israel, yang menyebabkan sedikitnya empat orang tewas dan sejumlah lainnya luka-luka, sebagian besar di wilayah Be’er Sheva, selatan Israel.

Kantor berita Fars melaporkan bahwa kota Haifa dan pangkalan udara Ramat David termasuk di antara lokasi yang menjadi sasaran serangan roket Iran. ***

(Sumber: Al Jazeera + Kantor Berita)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *