Serangan Udara Israel Tewaskan Belasan Warga Gaza, Termasuk Pengungsi dan Pencari Bantuan

Serangan Udara Israel Tewaskan Belasan Warga Gaza, Termasuk Pengungsi dan Pencari Bantuan

Serangan Udara Israel Tewaskan Belasan Warga Gaza, Termasuk Pengungsi dan Pencari Bantuan. (Poto: ist/dok aljazeera.net)

LINTASSRIWIJAYA.COM — Serangan udara Israel kembali mengguncang Jalur Gaza, Kamis (26/6) dini hari, menyasar lokasi-lokasi pengungsian dan warga sipil yang tengah mengantre bantuan kemanusiaan.

Sedikitnya belasan warga Palestina dilaporkan gugur dalam rentetan serangan tersebut, yang memperpanjang daftar korban dalam krisis kemanusiaan yang kian memburuk di wilayah itu.

Baca Juga:Serangan Udara Israel Kembali Tewaskan Puluhan Warga Sipil di Gaza, Termasuk Anak-Anak dan Perempuan

Baca Juga: PBB Kecam Pembunuhan Warga Palestina di Gaza Saat Antre Bantuan: Tragedi Kemanusiaan yang Tak Termaafkan

Menurut petugas medis di Rumah Sakit Al-Shifa, lima orang tewas dan sejumlah lainnya luka-luka akibat serangan udara yang menghantam Sekolah Amr bin Ash di lingkungan Sheikh Radwan, Gaza bagian barat. Sekolah tersebut diketahui telah menjadi tempat perlindungan bagi para pengungsi.

Media lokal Palestina menayangkan gambar dan video dari lokasi kejadian, memperlihatkan proses evakuasi korban dari reruntuhan bangunan.

Dua jam sebelum serangan tersebut, sebuah rumah dekat Sekolah Al-Roum di Gaza selatan juga dihantam serangan udara, menewaskan enam orang dan melukai beberapa lainnya.

Di kawasan timur Gaza, militer Israel menghancurkan sejumlah rumah warga di pinggiran lingkungan Tuffah. Serangan udara juga kembali mengguncang wilayah Jabalia di Gaza utara.

Sasar Pengungsi dan Penerima Bantuan

Serangan paling mematikan terjadi di wilayah Al-Mawasi, Khan Younis, selatan Gaza, di mana tenda-tenda pengungsian dibombardir pada Kamis dini hari. Sumber medis menyebutkan, sedikitnya lima orang tewas dan beberapa lainnya terluka dalam serangan tersebut.

Baca Juga: Hamas: Distribusi Bantuan oleh Israel-AS Tewaskan 454 Warga Gaza, Sebut Sebagai Jebakan Maut

Baca Juga: Di Tengah Konflik Israel-Iran, Serangan Mematikan di Gaza Terus Berlanjut

Masih di Khan Younis, Rumah Sakit Nasser melaporkan satu orang tewas dan sejumlah lainnya luka akibat serangan drone Israel di bagian barat kota itu.

Sementara itu, di wilayah tengah Gaza, seorang warga Palestina dilaporkan tewas dan beberapa lainnya terluka saat sedang mengantre bantuan di dekat poros Netzarim, utara Kamp Pengungsi Nuseirat. Di lokasi yang sama, jet tempur Israel dilaporkan melancarkan serangan di sekitar Masjid Al-Faruq.

Artileri Israel juga menggempur Kamp Al-Bureij secara bersamaan, menurut laporan saluran televisi Al-Aqsha.

Pola Serangan terhadap Warga Sipil

Gelombang serangan terhadap warga sipil, khususnya mereka yang tengah mencari bantuan kemanusiaan, telah menjadi pola berulang sejak Mei lalu.

Saat itu, program “Masyarakat Gaza Kemanusiaan” mulai mendistribusikan bantuan pangan sebagai bagian dari kerja sama antara Amerika Serikat dan Israel. Namun, pelaksanaan program ini menuai kritik luas karena dinilai tidak menjamin keselamatan warga sipil.

Baca Juga: Serangan Israel Tewaskan 86 Warga Palestina di Gaza, 56 di Titik Bantuan

Baca Juga: Serangan Udara Israel Gempur Gaza, 43 Warga Tewas—Al-Qassam Klaim Tewaskan Tiga Tentara Israel

Kantor Media Pemerintah di Gaza mengungkapkan bahwa dalam satu bulan terakhir, setidaknya 549 orang tewas dan lebih dari 4.000 orang luka di lokasi-lokasi distribusi bantuan.

Pada Rabu (25/6), serangkaian serangan Israel di berbagai wilayah Gaza menewaskan sedikitnya 78 orang, termasuk 14 korban yang dilaporkan sedang mengantre bantuan. Laporan jurnalis lokal bahkan menyebut angka korban mendekati 100 jiwa. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *