GAZA, LINTASSRIWIJAYA.COM – Duka kembali menyelimuti dunia olahraga Palestina. Pemain tim nasional bola basket, Mohammad Al-Sha’lan, gugur ditembak tentara Israel saat tengah berjuang mendapatkan bantuan kemanusiaan di Khan Younis, Gaza Selatan, Senin (19/8).
Sha’lan, sosok yang dikenal dengan julukan “Al-Zalzāl” (Si Gempa), tumbang bukan di arena lapangan basket, melainkan di depan pusat distribusi bantuan di kawasan Morag Axis.
Baca Juga: Tragedi Gaza: 1.924 Warga Palestina Tewas Saat Menunggu Bantuan Kemanusiaan
Baca Juga: Satgas Garuda Merah Putih-II Sukses Kirim Bantuan ke Gaza, Jadi Kado Spesial HUT RI ke-80
Di sana, ia berdiri bersama warga lain, berharap membawa pulang secercah harapan berupa makanan dan obat-obatan.
Namun, dentuman senjata memecah antrean. Tentara Israel melepaskan tembakan ke arah kerumunan, dan peluru tepat mengenai tubuh Sha’lan. Ia roboh seketika, wafat di lokasi.
Saksi mata menuturkan, Sha’lan berada di sana demi putri kecilnya, Maryam, yang tengah menderita gagal ginjal dan keracunan darah. Sang ayah tak pernah lelah bersuara dalam beberapa pekan terakhir, menyerukan agar putrinya mendapat perawatan medis yang layak.
Sha’lan bukanlah sosok biasa. Ia adalah salah satu pebasket terbaik Palestina, pilar Klub Basket Khidmat Al-Bureij. Bersamanya, tim itu meraih dua gelar Liga Utama, satu Piala Gaza, serta dua gelar Super Cup. Jejaknya juga tercatat di klub-klub besar Palestina: Khidmat Al-Maghazi, Khidmat Khan Younis, Khidmat Al-Syathi, Gaza Sport, YMCA, hingga Khidmat Jabaliya.
Berseragam tim nasional, Sha’lan pernah mengangkat nama Palestina di pentas regional hingga internasional. Namun, konflik yang tak berkesudahan perlahan merenggut mimpinya. Hingga akhirnya, peluru mengakhiri perjalanan hidupnya di luar lapangan.
Deretan Atlet Gugur
Kematian Sha’lan hanyalah satu dari sekian kisah pilu. Dalam 24 jam terakhir, dua nama lain turut meregang nyawa. Mereka adalah Salem Al-Sya’er (26), penanggung jawab perlengkapan Klub Shabab Rafah, serta Ahmad Al-Jurani (40), mantan pemain klub Al-Salah, yang tewas saat menunggu bantuan di kawasan Netzarim Corridor, utara Nuseirat.
Baca Juga: Aktivis Mesir Kunci Kedubes di Belanda, Protes Penutupan Rafah untuk Gaza
Menurut catatan Kementerian Pemuda dan Olahraga Palestina, sejak serangan militer Israel dimulai, sekitar 670 atlet gugur, termasuk lebih dari 340 pemain sepak bola. Tak hanya itu, sedikitnya 288 fasilitas olahraga dan kepanduan di Gaza maupun Tepi Barat hancur akibat agresi.
Kini, Palestina bukan hanya kehilangan seorang ayah dan pejuang, tetapi juga seorang legenda lapangan basket. Nama Mohammad Al-Sha’lan, “Si Gempa”, akan selalu bergema sebagai simbol perlawanan dan pengorbanan. ***
