Siswa SMAN 1 Tebing Tinggi Tak Mau Sekolah, Diduga Dihina Guru di Depan Umum

Siswa SMAN 1 Tebing Tinggi Tak Mau Sekolah, Diduga Dihina Guru di Depan Umum

Siswa SMAN 1 Tebing Tinggi Tak Mau Sekolah, Diduga Dihina Guru di Depan Umum. (Poto: ist/ilustrasi)

Siswa SMAN 1 Tebing Tinggi Tak Mau Sekolah, Diduga Dihina Guru di Depan Umum. (Poto: ist/ilustrasi)

EMPAT LAWANG, LINTASSRIWIJAYA.COM — Seorang siswa SMAN 1 Tebing Tinggi berinisial HP, warga Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang, tidak mau masuk sekolah lagi setelah diduga mengalami penghinaan dari salah satu guru di sekolah tersebut. Senin, 28 April 2025.

Menurut keterangan keluarga, peristiwa tersebut terjadi ketika guru bernama Alpian menegur HP di depan siswa lain menggunakan mikrofon.

Baca Juga: Program Makan Bergizi Gratis di Empat Lawang Dihentikan Sementara, Sejumlah Siswa Keracunan dan Temuan Ulat

Baca Juga: BPJS Kesehatan Empat Lawang Menunggak 38 Miliar, Praktisi Hukum Sebut Berpotensi Pidana!

Baca Juga: Warga Keluhkan BPJS Kesehatan Dinonaktifkan, Warga Tidak Bisa Berobat, Henny: Pengaktifkan BPJS Menjadi Perioritasi Kami!

Peristiwa bermula saat HP dituding tersenyum ketika melihat temannya dihukum oleh guru. Namun, Alpian justru memanggil HP dan menyindir pakaian yang dikenakannya.

“Kenapa baju kamu besar? Tidak ada baju yang kecil? Apa baju kamu ini untuk tiga tahun ke depan?” ujar Alpian seperti ditirukan oleh HP.

Tak hanya itu, HP juga diminta berjalan jongkok di depan umum, yang semakin membuatnya merasa dipermalukan. Sejak kejadian tersebut, HP tidak lagi bersekolah karena malu dan merasa terhina.

Orang tua HP, Firmansyah, mengungkapkan kekecewaannya atas sikap guru tersebut. Ia meminta perhatian serius dari pihak Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan hingga Gubernur Sumsel untuk memberikan sanksi tegas.

“Kami ini memang orang miskin, pak. Itu saja sudah bersyukur bisa beli baju. Kalau kami mampu, tentu kami ingin yang terbaik untuk anak kami. Rumah saja kami masih ngontrak. Jadi soal baju kebesaran, memang sengaja agar bisa dipakai sampai tamat,” tutur Firmansyah dengan nada kecewa.

Sementara itu, Kepala SMAN 1 Tebing Tinggi, Ajrianto, belum memberikan tanggapan saat dikonfirmasi oleh awak media melalui pesan singkat WhatsApp.

Kasus ini memunculkan keprihatinan publik mengenai pentingnya etika pendidik dalam berinteraksi dengan siswa, terlebih dalam situasi ekonomi yang sensitif. (Pad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *